Dana Penjualan Chelsea Rp51,7 Triliun Dibekukan, Miliarder Abramovich Digugat

Sabtu, 07 Juni 2025 - 08:07 WIB
loading...
Dana Penjualan Chelsea...
Ada ancaman yang menuntut miliarder Rusia, Roman Abramovich untuk mencairkan hasil penjualan klub sepak bola Chelsea, untuk menjadikannya sebagai bantuan kemanusian untuk Ukraina. Foto/Dok Telegraph
A A A
JAKARTA - Dana penjualan Chelsea sebesar 2,35 miliar pounds atau setara Rp51,7 triliun (kurs Rp22.019 per pounds) yang dibekukan disadari kemungkinan tidak akan pernah sampai ke Ukraina. Hal ini disampaikan seorang pejabat yang terlibat dalam kesepakatan yang dibuat dengan Roman Abramovich .

Empat perdana menteri dan lima kanselir menghadapi pertanyaan tentang mengapa butuh lebih dari tiga tahun bagi Abramovich untuk diancam dengan tindakan hukum untuk memecahkan kebuntuan terkait pelepasan uang untuk membantu korban invasi Rusia ke tetangganya, Ukraina.

Hal ini menjadi sorotan setelah terungkap bahwa Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves dan Menteri Luar Negeri, David Lammy sedang bersiap membawa Abramovich ke pengadilan di tengah perselisihan tentang cara menggunakan dana yang didapatkan dari menjual Chelsea yang saat dibekukan karena sanksi seiring dugaan keterkaitannya dengan Putin.

Baca Juga: Kisah 2 Kapal Pesiar Mewah Abramovich Melarikan Diri dari Sanksi, Nilainya Rp14,2 Triliun

Apa yang menjadi perhatian yakni interpretasi dari "akta perjanjian" antara Pemerintah dan Abramovich di mana Ia setuju agar uang tersebut dialokasikan untuk amal "dengan tujuan membantu korban perang di Ukraina."

Ketika menjual Chelsea, Abramovich secara publik menyatakan, bahwa dia ingin hasilnya digunakan "untuk kepentingan semua korban" - yang pada saat itu, tampaknya termasuk mereka dari Rusia. Pemerintah Inggris menolak untuk mempertimbangkan hal ini, atau uang yang dibelanjakan untuk krisis kemanusiaan lain, seperti perang di Gaza atau kelaparan di Afrika.

Seorang pejabat yang terlibat dalam negosiasi pada tahun 2022, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada Telegraph Sport: “Hari pertama, kami khawatir. Kami pergi dengan mata terbuka dengan fakta bahwa ini adalah kemungkinan. Tetapi memang tidak ada alternatif lain".

”Pejabat tersebut mengatakan bahwa ada dampak Abramovich memblokir pelepasan dana Ukraina menjadi tidak penting dibandingkan dengan ketakutan bahwa dia “akan membiarkan Chelsea bangkrut” jika kesepakatan untuk menjual klub tidak tercapai sebelum akhir musim saat itu, atau bahwa dia akan mencoba “mengambil kembali uang tersebut secara hukum” jika sanksi terhadapnya dicabut.

"Keputusan itu adalah menaruhnya di tempat yang kami tahu dia tidak bisa menjangkaunya, dan kemudian ada prinsip bahwa amal ini akan dibentuk dan bahwa ia akan menghabiskan uang itu dengan bijak," tambah pejabat tersebut.

"Bahwa ini telah berlangsung hingga titik ini adalah bukti bahwa Pemerintah belum menginvestasikan tekanan finansial, sumber daya, atau politik dalam menangani apa yang, sejak hari pertama, sudah sangat jelas akan menjadi sebuah masalah," bebernya.

Ancaman Inggris GugatAbramovich

Ada ancaman dari pemerintah Inggris, bahwa mereka bakal menuntut miliarder Rusia, Roman Abramovich untuk mencairkan 2,34 miliar euro atau sekitar USD3,2 miliar dari hasil penjualan klub sepak bola Chelsea. Menjadikan hasil penjualan tersebut sebagai bantuan kemanusian untuk Ukraina.

Dilansir dari Bloomberg, Abramovich menjual Chelsea kepada konsorsium yang dipimpin oleh investor Amerika Todd Boehly pada Mei 2022, setelah dia mendapatkan sanksi dari Inggris dan Uni Eropa atas dugaan hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Tiga tahun sejak itu, hasil penjualan Chelsea dibekukan di rekening bank Inggris dan tidak dapat dipindahkan atau digunakan tanpa izin Kantor Pelaksanaan Sanksi Keuangan, bagian dari Kementerian Keuangan Inggris.

Pemerintah Inggris telah berkali-kali mengatakan bahwa Abramovich harus menggunakan uang hasil penjualan Chelsea itu untuk donasi atau bantuan kemanusiaan bagi Ukraina. Inggris berupaya mencapai kesepakatan dengan Abramovich soal penggunaan uang itu, tetapi belum ada kesepakatan.

Terbaru pada awal Juni 2025, pemerintah Inggris mengeluarkan pernyataan resmi bahwa tidak dapat mencapai kesepakatan tersebut dengan Abramovich sehingga mempertimbangkan untuk menyeretnya ke meja hijau.

Baca Juga: Pembekuan Aset Terbesar Sepanjang Sejarah Inggris: Terkait Abramovich dan 2 Rekan Miliarder

"Pemerintah bertekad untuk melihat hasil penjualan klub sepak bola Chelsea disalurkan untuk tujuan kemanusiaan di Ukraina, menyusul invasi ilegal skala penuh Rusia. Kami sangat frustrasi karena sejauh ini belum mungkin mencapai kesepakatan tentang hal ini dengan Tuan Abramovich," ujar Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves dan Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy dalam sebuah pernyataan bersama, dilansir dari Bloomberg pada Rabu (4/6/2025).

Pemerintah Inggris menyatakan pintu negosiasi dengan Abramovich akan tetap terbuka, bahkan siap mengupayakannya melalui pengadilan, jika dibutuhkan. Pihak Inggris ingin memastikan masyarakat Ukraina dapat memperoleh manfaat dari upaya tersebut sesegera mungkin.

Inggris telah bekerja sama dengan Komisi Eropa dan pemerintah Portugal -tempat Abramovich memegang kewarganegaraan- untuk memastikan kepatuhan terhadap sanksi dan menentukan tujuan dari hasil tersebut, tetapi prosesnya terbukti rumit.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Rekomendasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Berita Terkini
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved