PGE Area Lahendong Dorong Inovasi Bank Sampah
Minggu, 08 Juni 2025 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Program ‘Setor Jo’ ini dikembangkan sejak tahun 2024 oleh PGE bersama NGO Liberty Society dengan menghadirkan pelatihan pengolahan sampah anorganik, serta pelatihan kewirausahaan bagi pengurus dan nasabah bank sampah. Pelibatan karang taruna dan BUMDes juga dilakukan guna memperkuat jejaring pemasaran produk daur ulang secara berkelanjutan.
Salah satu inovasi penting di tahun 2024 adalah penyediaan mesin upcycling plastik jenis sheet press yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan dasar produk baru, seperti aksesoris, furnitur, hingga sofa ecobrick. Selain itu, bank sampah juga berhasil memproduksi eco-enzyme dan produk turunannya seperti eco-atsiri, yang dapat dimanfaatkan sebagai disinfektan alami.
Hingga saat ini, program Setor Jo telah memberikan manfaat nyata bagi lebih dari 340 warga Tompaso Raya, Sulawesi Utara, dengan dampak lingkungan berupa penurunan signifikan volume sampah rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Program ini sudah mengolah 5 ton sampah anorganik jenis HDPE, LDPE dan MLP menjadi produk daur ulang seperti sofa ecobrick, furnitur, dan eco-merchandise, serta 2 ton sampah organik dari sisa buah dan sayur untuk pembuatan eco enzyme.
“Melalui sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari NGO, pemerintah daerah, kelompok jahit, hingga dinas koperasi dan UKM, kami percaya bahwa pengelolaan lingkungan yang baik akan berjalan lebih efektif jika dilakukan secara kolaboratif. Saat ini, program Bank Sampah 'Setor Jo' menjadi model yang dapat ditiru oleh desa-desa lain di sekitar Minahasa,” tambah General Manager PGE Area Lahendong Novi Purwono.
Baca Juga: Kembangkan Panas Bumi di Aceh, PGE Pastikan Berjalan Secara Berkelanjutan
Salah satu inovasi penting di tahun 2024 adalah penyediaan mesin upcycling plastik jenis sheet press yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan dasar produk baru, seperti aksesoris, furnitur, hingga sofa ecobrick. Selain itu, bank sampah juga berhasil memproduksi eco-enzyme dan produk turunannya seperti eco-atsiri, yang dapat dimanfaatkan sebagai disinfektan alami.
Hingga saat ini, program Setor Jo telah memberikan manfaat nyata bagi lebih dari 340 warga Tompaso Raya, Sulawesi Utara, dengan dampak lingkungan berupa penurunan signifikan volume sampah rumah tangga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Program ini sudah mengolah 5 ton sampah anorganik jenis HDPE, LDPE dan MLP menjadi produk daur ulang seperti sofa ecobrick, furnitur, dan eco-merchandise, serta 2 ton sampah organik dari sisa buah dan sayur untuk pembuatan eco enzyme.
“Melalui sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari NGO, pemerintah daerah, kelompok jahit, hingga dinas koperasi dan UKM, kami percaya bahwa pengelolaan lingkungan yang baik akan berjalan lebih efektif jika dilakukan secara kolaboratif. Saat ini, program Bank Sampah 'Setor Jo' menjadi model yang dapat ditiru oleh desa-desa lain di sekitar Minahasa,” tambah General Manager PGE Area Lahendong Novi Purwono.
Baca Juga: Kembangkan Panas Bumi di Aceh, PGE Pastikan Berjalan Secara Berkelanjutan
Lihat Juga :