Perseteruan Trump-Musk Bakal Picu Krisis Terbesar Sejarah NASA
Senin, 09 Juni 2025 - 08:12 WIB
loading...
A
A
A
Prof Sir Martin Sweeting, kepala perusahaan antariksa Inggris Surrey Satellite Technology Ltd, dan penulis bersama laporan Royal Society tentang masa depan antariksa mengatakan, bahwa meskipun perkembangan ini 'tidak diinginkan', mungkin ada sisi positif bagi Eropa karena mengambil tanggung jawab yang lebih besar untuk program eksplorasi antariksa mereka sendiri.
"Mungkin kita telah terlalu bergantung pada NASA, sebagai pemain besar, untuk mengemban banyak penekanan dalam ruang angkasa," katanya kepada BBC News.
"Ini adalah kesempatan untuk memikirkan bagaimana Eropa ingin mendapatkan keseimbangan yang lebih baik dalam aktivitas ruang angkasanya," sambungnya
Namun ada banyak kerugian bagi Eropa dalam jangka pendek. Selain kembalinya sampel Mars dan Rover-nya, ESA berisiko mengurangi akses ke Stasiun Luar Angkasa Internasional jika dibubarkan, dan pemotongan anggaran membatalkan kontribusi luas NASA untuk penerusnya, Lunar Gateway, sebuah stasiun luar angkasa multinasional yang direncanakan mengorbit di sekitar Bulan.
Dalam strategi yang baru saja diterbitkan, ESA menyatakan bahwa mereka "akan berusaha membangun kemampuan ruang angkasa yang lebih otonom, dan terus menjadi mitra yang andal, kuat, dan diinginkan dengan badan antariksa di seluruh dunia," dengan implikasi bahwa mereka akan melakukannya dengan atau tanpa NASA.
Baca Juga: 10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Terparah Kehilangan Rp727 Triliun
Ada banyak program Pengamatan Bumi dibayangi pemotongan anggaran dan yang diusulkan menurut Dr. Baker. "Program pengamatan Bumi ini adalah burung beo kami di tambang batubara," katanya kepada BBC News.
Kemampuan kita untuk memprediksi dampak perubahan iklim dan menguranginya bisa berkurang drastis. Jika kita mematikan sistem peringatan dini ini, itu adalah prospek yang menakutkan.
"Mungkin kita telah terlalu bergantung pada NASA, sebagai pemain besar, untuk mengemban banyak penekanan dalam ruang angkasa," katanya kepada BBC News.
"Ini adalah kesempatan untuk memikirkan bagaimana Eropa ingin mendapatkan keseimbangan yang lebih baik dalam aktivitas ruang angkasanya," sambungnya
Namun ada banyak kerugian bagi Eropa dalam jangka pendek. Selain kembalinya sampel Mars dan Rover-nya, ESA berisiko mengurangi akses ke Stasiun Luar Angkasa Internasional jika dibubarkan, dan pemotongan anggaran membatalkan kontribusi luas NASA untuk penerusnya, Lunar Gateway, sebuah stasiun luar angkasa multinasional yang direncanakan mengorbit di sekitar Bulan.
Dalam strategi yang baru saja diterbitkan, ESA menyatakan bahwa mereka "akan berusaha membangun kemampuan ruang angkasa yang lebih otonom, dan terus menjadi mitra yang andal, kuat, dan diinginkan dengan badan antariksa di seluruh dunia," dengan implikasi bahwa mereka akan melakukannya dengan atau tanpa NASA.
Baca Juga: 10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Terparah Kehilangan Rp727 Triliun
Ada banyak program Pengamatan Bumi dibayangi pemotongan anggaran dan yang diusulkan menurut Dr. Baker. "Program pengamatan Bumi ini adalah burung beo kami di tambang batubara," katanya kepada BBC News.
Kemampuan kita untuk memprediksi dampak perubahan iklim dan menguranginya bisa berkurang drastis. Jika kita mematikan sistem peringatan dini ini, itu adalah prospek yang menakutkan.
(akr)
Lihat Juga :