Bank-bank di Israel Diminta Mengabaikan Sanksi Uni Eropa

Senin, 09 Juni 2025 - 09:58 WIB
loading...
Bank-bank di Israel...
Bank-bank Israel diminta tetap memberikan layanan kepada warganya yang telah dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa (UE), meskipun ada kemungkinan ikutan terkena dampak. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank-bank Israel diminta tetap memberikan layanan kepada warganya yang telah dijatuhi sanksi Uni Eropa (UE) , meskipun ada kemungkinan ikutan terkena dampak. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich.

Ia juga memperingatkan, bahwa bagi mereka yang tidak mematuhinya bisa dikenakan kompensasi besar. Bezalel Smotrich mengatakan, bahwa institusi keuangan di Israel harus "mengambil risiko terukur" dalam melayani pemukim yang menjadi sasaran sanksi Brussel pada tahun 2024.

Pada bulan Juli 2024 lalu, UE untuk pertama kalinya dalam sejarahnya memberlakukan sanksi hukum terhadap lima warga Israel, termasuk mereka yang disebut sebagai "pemukim ekstremis," dan tiga organisasi. Tuduhannya karena 'pelanggfaran hak asasi manusia yang serius dan sistematis terhadap masyarakat Palestina' di Tepi Barat.

Baca Juga: Miliarder Rusia Gagal Membatalkan Sanksi Uni Eropa

Selain larangan masuk di seluruh Uni Eropa dan pembekuan aset, sanksi tersebut melarang "penyediaan dana atau sumber daya ekonomi, secara langsung atau tidak langsung," kepada warga negara Israel yang terkena dampak sanksi tersebut.

Dalam sebuah postingan di media sosial X (dulunya Twitter), pejabat yang dikenal dengan pandangan sayap kanannya itu mengatakan, bahwa ia telah mengirimkan surat kepada pengawas perbankan, Dani Khachiashvili, di mana ia menuntut agar dihentikannya "kebijakan 'nol risiko' dari pihak bank, yang mengakibatkan pengabaian nasabah Israel dengan kedok kepatuhan terhadap sanksi asing."

Smotrich menuduh institusi keuangan Israel 'picik' dan patuh tanpa pertanyaan terhadap sanksi EU yang "tidak adil." Ia berargumen bahwa bank sebenarnya "memiliki kemampuan signifikan untuk bertindak melawan" langkah-langkah punitif Brussels, dengan mengambil tindakan hukum dan memanfaatkan "koneksi ekonomi global" mereka.

Pejabat resmi mengancam bahwa jika seruannya tidak diindahkan, dia akan mendesak membentuk undang-undang yang akan memaksa lembaga keuangan Israel untuk membayar kompensasi yang besar kepada individu yang terkena dampak.

Menteri keuangan Israel lebih lanjut menulis, bahwa dia juga bisa mempromosikan undang-undang yang akan mewajibkan Bank of Israel untuk "membuka dan mengelola rekening bank bagi warga yang dikenakan sanksi."

Menkeu Israel Terancam Sanksi UE

Berbicara kepada AFP bulan lalu, Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard mengatakan, bahwa Stockholm akan "mendorong sanksi UE terhadap menteri Israel secara individu" karena tidak ada "perbaikan yang berarti bagi warga sipil di Gaza."

Baca Juga: Macron Ancam Sanksi Warga Israel Terkait Krisis Bantuan Gaza

Pada waktu yang bersamaan, Menteri Luar Negeri Slovenia, Tanja Fajon mengumumkan bahwa negaranya "sedang melihat kemungkinan sanksi terhadap Israel, bersama dengan Prancis dan Irlandia."

Juga pada bulan Mei, Inggris dan Kanada, yang bukan bagian dari Uni Eropa, bersama dengan Prancis, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk aksi militer Israel yang sedang berlangsung di Gaza.



Dokumen tersebut menuduh pemerintah Israel menolak "bantuan kemanusiaan yang penting kepada populasi sipil" di daerah kantong Palestina. London, Ottawa, dan Paris mengancam untuk "mengambil tindakan nyata lebih lanjut," termasuk "sanksi yang ditargetkan," jika "tindakan melampaui batas" dari pihak Israel terus berlanjut.

Pernyataan tersebut juga menuntut agar Israel menghentikan aktivitas pemukiman di Tepi Barat yang diduduki.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Eropa Terpecah! Italia...
Eropa Terpecah! Italia Desak Blokir Minyak dan Gas Rusia Dibuka
Prancis Darurat BBM,...
Prancis Darurat BBM, 18% SPBU Lumpuh di Tengah Pembatasan Harga
Uni Eropa Disebut Terlambat...
Uni Eropa Disebut Terlambat 15 Tahun buat Hadapi Kiamat Energi
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Rekomendasi
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Berita Terkini
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved