Lebih dari 50 Negara Singkirkan Dolar AS, Pilih Yuan, Rupee, dan Rubel

Senin, 09 Juni 2025 - 19:15 WIB
loading...
A A A
Pergeseran juga terjadi di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi memperbarui perjanjian tukar-menukar mata uang dengan China dan membuka peluang perdagangan minyak dalam mata uang yuan. Langkah ini dinilai sebagai pukulan serius terhadap dominasi petrodolar di pasar global.

Presiden Rusia Vladimir Putin menilai penggunaan dolar sebagai senjata geopolitik justru menjadi bumerang. "Kami benar-benar melihat hal ini. Saya pikir ini adalah kesalahan besar bagi mereka yang melakukannya," kata Putin dalam KTT BRICS di Kazan beberapa waktu lalu, seperti dikutip Watcher Guru, Senin (9/6/2025).

Sementara, blok Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) turut memperkuat tren dedolarisasi. Lebih dari 85 persen transaksi lintas batas di kawasan tersebut kini dilakukan dengan mata uang nasional masing-masing.

Presiden Brasil Luiz Ianan global. "Dalam menghadapi polarisasi dan fragmentasi, satu-satnácio Lula da Silva menyatakan bahwa unilateralisme ekonomi mengancam tatunya jalan ke depan adalah mempertahankan multilateralisme secara konsisten," tegas Lula dalam forum BRICS yang sama.

Baca Juga: Kerusuhan Meluas di Los Angeles, Demonstran Bentrok dengan Garda Nasional
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Rekomendasi
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved