Kolaborasi Menuju Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Rabu, 11 Juni 2025 - 10:46 WIB
loading...
Didukung oleh lebih dari 500 perusahaan terkemuka, Indonesia Miner 2025 kembali hadir untuk edisi kelima pada 10–12 Juni di Jakarta. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Tahun ini menandai babak baru bagi sektor pertambangan Indonesia, seiring dengan perubahan cepat di pasar global, dorongan menuju ekonomi hijau , serta regulasi yang terus berkembang. Industri ini tidak lagi hanya berfokus pada ekstraksi, tetapi memainkan peran strategis dalam membentuk masa depan bangsa.
Menjawab tantangan dan peluang tersebut, Indonesia Miner 2025 kembali hadir dalam edisi kelimanya, mengusung tema “Mining Resilience: Adapting to a Dynamic Future.”
Baca Juga: Praktik Bisnis Berkelanjutan Merambah ke Perusahaan Tambang Nikel
Dalam sambutan pembukaan, Direktur Indonesia Miner, Dimas Abdillah menegaskan pentingnya, kolaborasi di tengah dinamika industri: “Di tengah berbagai peluang dan tantangan, jelas bahwa kemajuan sektor ini tidak bisa dicapai sendiri. Kolaborasi menjadi kunci dan Indonesia Miner menjadi ruang strategis bagi para pelaku industri untuk bertukar wawasan, menjalin kemitraan, dan merancang masa depan pertambangan Indonesia.”
Selama tiga hari ke depan, acara ini akan mengangkat berbagai isu strategis yang krusial untuk masa depan sektor pertambangan nasional. Hari pertama akan membahas komoditas emas, tembaga, dan mineral lainnya; hari kedua difokuskan pada logam kritis yang semakin penting; dan hari ketiga akan menyoroti batubara serta peranannya dalam mendukung transisi energi Indonesia.
Selain pameran dan konferensi, Indonesia Miner 2025 juga menghadirkan program-program pendukung yang dirancang untuk memperdalam diskusi sektoral dan teknikal. Miners Talk menjadi platform bagi perusahaan untuk berbagi studi kasus proyek, membahas tantangan, solusi, dan praktik terbaik yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya.
Sementara Technical Workshops membahas aspek teknis secara mendalam, mulai dari teknologi terbaru, efisiensi operasional, hingga penerapan standar sustainability di berbagai lini pertambangan.
Turut meresmikan acara ini adalah Dr.Ing. Herry Permana, S.T., M.Sc., Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara, Kemenko Perekonomian dan Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, ST, MSc, Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM.
Penyelenggaraan Indonesia Miner merupakan bukti nyata kolaborasi erat antara para pemangku kepentingan di sektor pertambangan. Acara ini melibatkan lebih dari 500 perusahaan sebagai sponsor, exhibitor, pembicara, delegasi, dan lainnya—termasuk empat sponsor platinum: Metso, Hexindo, Coolon LED, dan Nickel Industries. Selain itu, berbagai asosiasi industri dan media turut berperan aktif sebagai mitra kolaborasi, memperkuat sinergi demi kemajuan bersama.
Mengusung semangat kolaborasi dan apresiasi terhadap peran praktisi industri, Indonesia Miner 2025 kembali menghadirkan segmen Face of Indonesia Miner, sebuah penghargaan yang merayakan figur-figur inspiratif yang telah memberikan dampak signifikan bagi kemajuan sektor pertambangan nasional. Berikut adalah para tokoh inspiratif Indonesia Miner 2025 yang menjadi wajah masa depan pertambangan Indonesia.
1. Kanya Stira Sjahrir, CEO, BISA Ruang Nuswantara
2. Ahmad Hidayat, Dewan Pakar, PERTAABI
3. Sandra Makadada, Senior Manager - Human Capital Development, Agincourt Resources
4. Tom Malik, Head of Corporate Communication, Merdeka Copper Gold
Indonesia Miner 2025 lahir dari semangat membangun sinergi yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, guna bersama-sama menghadapi tantangan sekaligus meraih peluang dalam mengembangkan sektor pertambangan Indonesia yang berkelanjutan dan kompetitif di kancah global.
Baca Juga: Minesterial Meeting KTT G20, MIND ID Siap Menjadi Pemain Dunia Pengelolaan Tambang Berkelanjutan
Acara ini tidak sekadar menjadi forum pertukaran informasi, melainkan juga menjadi wadah kolaboratif yang nyata untuk mewujudkan masa depan pertambangan Indonesia yang lebih tangguh, inovatif, dan inklusif.
Menjawab tantangan dan peluang tersebut, Indonesia Miner 2025 kembali hadir dalam edisi kelimanya, mengusung tema “Mining Resilience: Adapting to a Dynamic Future.”
Baca Juga: Praktik Bisnis Berkelanjutan Merambah ke Perusahaan Tambang Nikel
Dalam sambutan pembukaan, Direktur Indonesia Miner, Dimas Abdillah menegaskan pentingnya, kolaborasi di tengah dinamika industri: “Di tengah berbagai peluang dan tantangan, jelas bahwa kemajuan sektor ini tidak bisa dicapai sendiri. Kolaborasi menjadi kunci dan Indonesia Miner menjadi ruang strategis bagi para pelaku industri untuk bertukar wawasan, menjalin kemitraan, dan merancang masa depan pertambangan Indonesia.”
Selama tiga hari ke depan, acara ini akan mengangkat berbagai isu strategis yang krusial untuk masa depan sektor pertambangan nasional. Hari pertama akan membahas komoditas emas, tembaga, dan mineral lainnya; hari kedua difokuskan pada logam kritis yang semakin penting; dan hari ketiga akan menyoroti batubara serta peranannya dalam mendukung transisi energi Indonesia.
Selain pameran dan konferensi, Indonesia Miner 2025 juga menghadirkan program-program pendukung yang dirancang untuk memperdalam diskusi sektoral dan teknikal. Miners Talk menjadi platform bagi perusahaan untuk berbagi studi kasus proyek, membahas tantangan, solusi, dan praktik terbaik yang dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya.
Sementara Technical Workshops membahas aspek teknis secara mendalam, mulai dari teknologi terbaru, efisiensi operasional, hingga penerapan standar sustainability di berbagai lini pertambangan.
Turut meresmikan acara ini adalah Dr.Ing. Herry Permana, S.T., M.Sc., Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara, Kemenko Perekonomian dan Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, ST, MSc, Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM.
Penyelenggaraan Indonesia Miner merupakan bukti nyata kolaborasi erat antara para pemangku kepentingan di sektor pertambangan. Acara ini melibatkan lebih dari 500 perusahaan sebagai sponsor, exhibitor, pembicara, delegasi, dan lainnya—termasuk empat sponsor platinum: Metso, Hexindo, Coolon LED, dan Nickel Industries. Selain itu, berbagai asosiasi industri dan media turut berperan aktif sebagai mitra kolaborasi, memperkuat sinergi demi kemajuan bersama.
Mengusung semangat kolaborasi dan apresiasi terhadap peran praktisi industri, Indonesia Miner 2025 kembali menghadirkan segmen Face of Indonesia Miner, sebuah penghargaan yang merayakan figur-figur inspiratif yang telah memberikan dampak signifikan bagi kemajuan sektor pertambangan nasional. Berikut adalah para tokoh inspiratif Indonesia Miner 2025 yang menjadi wajah masa depan pertambangan Indonesia.
1. Kanya Stira Sjahrir, CEO, BISA Ruang Nuswantara
2. Ahmad Hidayat, Dewan Pakar, PERTAABI
3. Sandra Makadada, Senior Manager - Human Capital Development, Agincourt Resources
4. Tom Malik, Head of Corporate Communication, Merdeka Copper Gold
Indonesia Miner 2025 lahir dari semangat membangun sinergi yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, guna bersama-sama menghadapi tantangan sekaligus meraih peluang dalam mengembangkan sektor pertambangan Indonesia yang berkelanjutan dan kompetitif di kancah global.
Baca Juga: Minesterial Meeting KTT G20, MIND ID Siap Menjadi Pemain Dunia Pengelolaan Tambang Berkelanjutan
Acara ini tidak sekadar menjadi forum pertukaran informasi, melainkan juga menjadi wadah kolaboratif yang nyata untuk mewujudkan masa depan pertambangan Indonesia yang lebih tangguh, inovatif, dan inklusif.
(akr)
Lihat Juga :