India Mendesak Pakta Digital BRICS, Bunyikan Lonceng Peringatan Hegemoni AS

Rabu, 11 Juni 2025 - 22:34 WIB
loading...
A A A
Pakta digital yang diusulkan mencakup kerja sama dalam keamanan siber, perlindungan data, dan kepercayaan digital. Program Digital Bharat Nidhi, yang mendanai proyek-proyek seperti BharatNet, telah menghubungkan lebih dari 218.000 dewan desa dengan jaringan serat optik, mendekatkan infrastruktur digital ke masyarakat akar rumput.

Dengan perluasan keanggotaan BRICS yang kini mencakup 11 negara termasuk Indonesia, Arab Saudi, Iran, dan Uni Emirat Arab, inisiatif ini menandai fase baru dalam arah kebijakan ekonomi global. Koalisi ini memiliki kekuatan ekonomi kolektif yang cukup untuk membentuk regulasi kripto dan perdagangan digital di luar pengaruh dolar AS.

"Digitalisasi bukan cuma soal teknologi, tetapi soal membentuk ulang arsitektur global," kata Chandra.

Ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama digital BRICS akan menjadi batu loncatan menuju integrasi sistem keuangan yang lebih seimbang dan multilateral. India juga menyoroti kemajuan dalam adopsi teknologi 4G dan 5G, yang kini menjangkau masing-masing 95% dan 80% populasi.

Dengan tarif data termurah di dunia, India menjelma menjadi negara dengan akses digital paling terjangkau, memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam transformasi digital. Platform seperti Sanchar Saathi, yang membantu mencegah penipuan telekomunikasi, dan kerangka hukum India yang kian matang, menjadi landasan ekosistem digital yang aman dan transparan. Hal ini sejalan dengan aspirasi BRICS untuk mengembangkan sistem keuangan digital yang lebih berdaulat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
Rekomendasi
Lesti Kejora dan Rizky...
Lesti Kejora dan Rizky Billar Ungkap Tantangan Besarkan Tiga Anak, Akui Sulit Bagi Waktu
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinvus Triliunan Virus
Moncer di Piala Dunia...
Moncer di Piala Dunia 2026, Kiper Cape Verde Dapat Klub Baru, Gajinya Naik Jadi Rp410 Juta Sebulan
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Melemah usai Gubernur BI Mundur
Terungkap! Ini Alasan...
Terungkap! Ini Alasan Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
Feel Good Network Bangun...
Feel Good Network Bangun Ekosistem Kreatif Asia Tenggara melalui Innercircle dan BRICKS
Profil dan Harta Kekayaan...
Profil dan Harta Kekayaan Perry Warjiyo yang Mundur dari Gubernur BI
Perry Warjiyo Mundur,...
Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Jabat Plt Gubernur BI
Breaking News! Gubernur...
Breaking News! Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved