Bappenas: Fortifikasi Pangan Jadi Salah Satu Investasi Pembangunan SDM

Jum'at, 13 Juni 2025 - 17:05 WIB
loading...
Bappenas: Fortifikasi...
Bappenas menilai, strategi penguatan fortifikasi pangan wajib menjadi salah satu investasi untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang efektif dan efisien dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bappenas mengapresiasi kehadiran Millers for Nutrition di Indonesia, sebuah koalisi global beragam pemangku kepentingan, diharapkan berkontribusi untuk sinkronisasi kebijakan dan memfasilitasi komunikasi dengan pelaku industri untuk mengimplementasikan fortifikasi pangan skala besar (Large Scale Food Fortification/LSFF) di Tanah Air.

Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Diah Lenggogeni mengatakan, bahwa LSFF menjadi bagian penting untuk intervensi meningkatkan pola konsumsi pangan dan pengayaan zat gizi. Pasalnya, kekurangan iodium, zat besi dan vitamin A memberikan dampak tidak hanya bagi individu tetapi juga terhadap produktivitas untuk pembangunan ekonomi ke depan.

Baca Juga: Program Fortifikasi Tingkatkan Investasi Pangan

Menurutnya, strategi penguatan fortifikasi pangan wajib menjadi salah satu investasi untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang efektif dan efisien dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Langkah itu tidak hanya menjadi solusi atasi kekurangan gizi mikro, tetapi juga sejalan dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) dan visi besar Indonesia Emas 2045.

"Forum ini menjadi wadah yang sangat baik untuk koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai unsur dari pemerintah pusat, daerah, asosiasi produsen pangan, akademisi serta lembaga swadaya masyarakat," ujarnya di Jakarta, Senin (12/6).

Diah Lenggogeni mengatakan hal itu ketika memberikan sambutan pada acara "Fortifikasi Pangan Skala Besar (LSFF) untuk Kesehatan, Status Gizi, dan Produktivitas," yang diselenggarakan bersama oleh Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI) dan TechnoServe.

Adapun, Millers for Nutrition merupakan koalisi global pemangku kepentingan fortifikasi pangan, secara resmi telah diluncurkan di Indonesia. Koalisi ini berdedikasi untuk mendukung para penggilingan pangan dalam memfortifikasi makanan pokok, seperti tepung terigu, minyak goreng, dan beras dengan mikronutrien esensial demi meningkatkan luaran gizi nasional.

Diah Lenggogeni melanjutkan koalisi ini juga diharapkan dapat memastikan sinkronisasi kebijakan dan memfasilitasi komunikasi antara pemangku kepentingan sekaligus menyusun langkah konkret mengatasi berbagai hambatan pelaksanaan fortifikasi pangan.

"Kami juga harapkan partisipasinya dalam ruang dialog sehingga kebijakan yang disiapkan tidak hanya bersifat instruktif tetapi juga partisipatif dan berorientasi pada solusi yang ditopang komitmen nyata pelaku industri dan mitra usaha sebagai ujung tombak fortifikasi pangan," paparnya.

Direktur Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI), Nina Sardjunani mengatakan, pihaknya dan TechnoServe bekerja sama atas dasar kesamaan kepentingan yakni memastikan semua pangan yang difortifikasi diproduksi secara berkelanjutan dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)

"KFI dan TechnoServe melalui program Millers for Nutrition akan melakukan upaya berkelanjutan menjaga konsistensi kebijakan fortifikasi pangan wajib dan kualitas implementasinya," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Senior Practice Lead TechnoServe & Program Lead Millers for Nutrition Asia, Monojit Indra mengatakan, Millers for Nutrition memiliki konsep yang unik yakni sebagai solusi transformatif melalui kolaborasi publik dan swasta dengan membangun koalisi dengan pelaku usaha tepung terigu, beras dan minyak goreng.

"Kami ingin membantu memecahkan masalah terkait produksi, terkait regulasi yang dihadapi pelaku usaha dalam hal fortifikasi pangan. Untuk menyelesaikan masalah ini kami melakukan kerja sama strategis dengan para pakar kelas dunia dalam hal fortifikasi pangan," ujarnya.

Monojit menjelaskan, Millers for Nutrition dimulai pada 2023 lalu yang didanai oleh Gates Foundation. Program ini telah berjalan di 8 negara yakni India, Indonesia, Banglades, Pakistan, Kenya, Etopia, Tanzania dan Nigeria.

Melalui program ini, TechnoServe memasang target ambisius yakni 1 miliar orang mendapatkan makanan pokok yang terfortifikasi secara memadai pada 2026. "Target yang sangat berat tapi kami berharap dengan kemitraan yang tepat, kami dapat mencapai target itu," paparnya.

Presiden Direktur PT Bungasari Flour Mills Indonesia, Budianto Wijaya menambahkan, kehadiran Millers for Nutrition diharapkan dapat membantu menanggulangi permasalahan kekurangan mikronutrien di Indonesia.

"Kita tahu ada masalah tangkes (stunting) yang salah satunya dipicu oleh kekurangan mikronutrien. Pemerintah juga terus mendorong fortifikasi lebih luas," jelasnya.

Budianto menjelaskan, Millers for Nutrition bergerak pada tiga komoditas yakni tepung terigu, minyak goreng dan beras. Dari ketiga komoditas itu yang paling menantang ialah beras karena skala produksinya.

Baca Juga: Diversifikasi Pangan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Adapun untuk tepung dan minyak goreng fortifikasi menjadi lebih mudah karena diproduksi oleh pelaku usaha besar. Program fortifikasi pangan, lanjutnya, sangat penting karena akan membantu seluruh lapisan masyarakat.

"Di situ kita butuh fortifikasi pangan skala besar supaya lebih mudah mengontrolnya. Kalau kecil-kecil sangat sulit untuk mengontrol kualitas dan standarnya," imbuhnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Dari Konsumen ke Produsen,...
Dari Konsumen ke Produsen, RI Didorong Kuasai Teknologi Kebencanaan
Business & Legal Outlook...
Business & Legal Outlook 2026 Soroti Strategi Bertahan dan Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
SNA Dorong Inovasi Ahli...
SNA Dorong Inovasi Ahli Gizi untuk Indonesia Sehat
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Rekomendasi
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved