Menantang Hegemoni AS, BRICS Makin Gencar Menyuarakan Perubahan Tatanan Global

Rabu, 18 Juni 2025 - 13:58 WIB
loading...
Menantang Hegemoni AS,...
Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar mengatakan, ada suara-suara yang semakin besar di antara negara-negara BRICS+ yang mengutuk ketidakadilan dalam tantanan global. Foto/Dok RT
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar mengatakan, ada suara-suara yang semakin besar di antara negara-negara BRICS + yang mengutuk ketidakadilan dalam tantanan global. Diungkapkan juga bahwa ada sentimen kuat Global South mengenai ketidakadilan yang dirasakan dari tatanan internasional saat ini hingga memicu keinginan untuk perubahan.

"Ada perasaan yang sangat kuat di Global South tentang ketidakadilan dalam tatanan internasional, keinginan untuk mengubahnya, dan kami sangat terlibat dalam hal itu," kata S. Jaishankar seperti dilansir AFP.

Baca Juga: 4 Negara ASEAN yang Resmi Gabung BRICS, Ini Daftar Terbaru

Menteri Luar Negeri India menambahkan, bahwa penting bagi New Delhi untuk menunjukkan eksistensinya di dalam KTT G7 di Kanada. "Kami telah menjadi negara yang menjalin hubungan di G7 selama bertahun-tahun, dan saya pikir itu membawa manfaat bagi G7," ungkapnya.

G7, merupakan kumpulan negara maju yang didirikan pada pertengahan 1970-an yang terdiri dari tujuh ekonomi termaju di dunia: Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. Meskipun bukan anggota, India memainkan peran penting dalam G20, yang dibentuk pada tahun 1999.

Sementara itu BRICS adalah sebuah organisasi antar pemerintah negara berkembang yang lahir pada tahun 2009, dimana Brasil, Rusia, India, dan China (sebagai BRIC) sebagai penggagasnya. Setahun kemudian Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010, yang secara luas dianggap sebagai wakil dari Global South.



BRICS kemudian terus diperluas hingga kini mencakup Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia, dan Iran. Terbaru, Vietnam belum lama ini ini bergabung dengan blok BRICS sebagai negara mitra .

Lima negara pendiri BRICS merupakan anggota G20, di mana mereka dilihat sebagai penyeimbang terhadap G7. Keterlibatan perdagangan aktif India dengan Rusia dan anggota BRICS lainnya, terutama dalam sektor-sektor seperti minyak dan pertahanan, telah memicu kemarahan negara-negara G7 seperti AS.

Baca Juga: Putin Puji BRICS Setinggi Langit: Kerja Sama Bebas dari Paksaan

Baru-baru ini, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick mengatakan, saat menyampaikan pidato di forum Kemitraan Strategis AS-India yang kedelapan bahwa partisipasi India dalam kelompok tersebut, yang menantang hegemoni dolar AS, "bukan benar-benar cara untuk berteman."

Lima negara utama BRICS telah melampaui G7 secara produk domestik bruto (PDB) dilihat dari paritas daya beli pada tahun 2018, menurut platform online Jerman, Statista. Anggota BRICS saat ini sekarang menyumbang 35% dari PDB dunia, dibandingkan dengan 30% yang dimiliki oleh negara-negara G7, menurut Statista.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Rekomendasi
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved