Iran Beradaptasi Menjaga Ekspor Minyak selama Konflik dengan Israel
Jum'at, 20 Juni 2025 - 14:46 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai informasi Pulau Kharg terletak jauh di dalam Teluk Persia, atau sekitar 30 km dari pantai barat daya negara-negara Timur Tengah. "NIOC mungkin percaya bahwa ini kurang berisiko dibandingkan dengan dermaga utama lainnya yang terletak di sisi barat, di perairan terbuka,” kata Falakshai, merujuk pada perusahaan minyak negara Iran National Iranian Oil Co.
Kapal tanker minyak besar satu per satu kini mendekati Pulau Kharg, meninggalkan dermaga kedua di sisi barat pulau yang tidak terpakai selama beberapa hari. Dimana ada 15 hingga 16 tanker Iran lainnya tersebar di area Teluk Persia yang lebih luas.
Ekspor minyak Iran tetap stabil sejauh ini di tahun 2025 pada kisaran angka 1,7 juta barel per hari, kata Badan Energi Internasional, meskipun ada sanksi AS terhadap pelanggan China sejak Maret.
Iran telah memindahkan sebagian dari armada penyimpanan terapung yang terdiri dari 40 juta barel, yang berada di 36 kapal berbeda, untuk jauh lebih dekat ke China. "Langkah tersebut untuk meminimalkan dampak dari gangguan apa pun terhadap pembeli," kata perusahaan pelacak kapal Vortexa kepada Reuters.
Diungkapkan juga oleh Vortexa, ada sekitar sepuluh tanker yang mengangkut kurang lebih 8 juta barel minyak mentah Iran, kini berlabuh langsung di lepas pantai China. Mereka berpindah dari area Singapura di mana terdapat tambahan 20 juta barel.
Sisa 12 juta barel lebih berada di Teluk Persia pada awal bulan, tambah Vortexa, namun lokasi mereka saat ini tidak jelas. Memiliki penyimpanan terapung, memungkinkan tanker Iran untuk memuat minyak mentah tanpa tujuan tetap yang harus dituju.
Kapal tanker minyak besar satu per satu kini mendekati Pulau Kharg, meninggalkan dermaga kedua di sisi barat pulau yang tidak terpakai selama beberapa hari. Dimana ada 15 hingga 16 tanker Iran lainnya tersebar di area Teluk Persia yang lebih luas.
Ekspor minyak Iran tetap stabil sejauh ini di tahun 2025 pada kisaran angka 1,7 juta barel per hari, kata Badan Energi Internasional, meskipun ada sanksi AS terhadap pelanggan China sejak Maret.
Iran telah memindahkan sebagian dari armada penyimpanan terapung yang terdiri dari 40 juta barel, yang berada di 36 kapal berbeda, untuk jauh lebih dekat ke China. "Langkah tersebut untuk meminimalkan dampak dari gangguan apa pun terhadap pembeli," kata perusahaan pelacak kapal Vortexa kepada Reuters.
Diungkapkan juga oleh Vortexa, ada sekitar sepuluh tanker yang mengangkut kurang lebih 8 juta barel minyak mentah Iran, kini berlabuh langsung di lepas pantai China. Mereka berpindah dari area Singapura di mana terdapat tambahan 20 juta barel.
Sisa 12 juta barel lebih berada di Teluk Persia pada awal bulan, tambah Vortexa, namun lokasi mereka saat ini tidak jelas. Memiliki penyimpanan terapung, memungkinkan tanker Iran untuk memuat minyak mentah tanpa tujuan tetap yang harus dituju.
Lihat Juga :