Stok Beras RI Capai 4 Juta Ton, Bulog Bicara Soal Kualitas
Sabtu, 21 Juni 2025 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu juga gudang telah dilengkapi dengan palet-palet untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga saat didistribusikan.
"Sekarang gudang-gudang Bulog itu sudah pada pakai palet bawahnya. Setiap tiga bulan kita lakukan fumigasi, spraying. Sehingga memang kita pastikan beras yang nantinya kita distribusikan itu adalah beras harus dalam quality control yang sudah kita pastikan itu baik dan diterima masyarakat," pungkasnya.
"Bulog tahun ini dapat penugasan, sesuai Inpres No. 6 Tahun 2025 bahwa Bulog harus menyerap gabah kering panen di tingkat petani Rp6.500 per kg. Ini sebenarnya bisnis proses yang baru, karena yang lalu Bulog hanya menunggu di gudang, kalau sekarang harus jemput di petani dan dibeli Rp6.500 per kg," kata Febby.
Lebih lanjut disampaikan, dalam pelaksanaannya telah Bulog membentuk tim khusus untuk menjemput gabah langsung dari petani. Proses ini juga melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan juga pihak lainnya guna memastikan serapan berjalan lancar.
“Kalau dulu harganya di bawah itu (Rp6.500), sekarang kita lihat sudah hampir rata semua. Petani sudah mendapatkan harga yang baik dari gabah kering panennya,” ujarnya.
"Sekarang gudang-gudang Bulog itu sudah pada pakai palet bawahnya. Setiap tiga bulan kita lakukan fumigasi, spraying. Sehingga memang kita pastikan beras yang nantinya kita distribusikan itu adalah beras harus dalam quality control yang sudah kita pastikan itu baik dan diterima masyarakat," pungkasnya.
Serapan Gabah
Selain itu Bulog memastikan bahwa Bulog telah melakukan penyerahan gabah petani sesuai dengan arahan pemerintah. Menurutnya, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 Tahun 2025, Bulog aktif menjemput gabah langsung dari petani dan membeli dengan harga Rp6.500 per kilogram."Bulog tahun ini dapat penugasan, sesuai Inpres No. 6 Tahun 2025 bahwa Bulog harus menyerap gabah kering panen di tingkat petani Rp6.500 per kg. Ini sebenarnya bisnis proses yang baru, karena yang lalu Bulog hanya menunggu di gudang, kalau sekarang harus jemput di petani dan dibeli Rp6.500 per kg," kata Febby.
Lebih lanjut disampaikan, dalam pelaksanaannya telah Bulog membentuk tim khusus untuk menjemput gabah langsung dari petani. Proses ini juga melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan juga pihak lainnya guna memastikan serapan berjalan lancar.
“Kalau dulu harganya di bawah itu (Rp6.500), sekarang kita lihat sudah hampir rata semua. Petani sudah mendapatkan harga yang baik dari gabah kering panennya,” ujarnya.
Lihat Juga :