Ekonomi Iran Tetap Tangguh Meski Dihantam Rudal Israel dan AS

Senin, 23 Juni 2025 - 22:00 WIB
loading...
Ekonomi Iran Tetap Tangguh...
Sebuah Suar Gas di Anjungan Produksi Minyak Terlihat di Samping Bendera Iran. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Ekonomi Iran tetap tangguh di tengah eskalasi serangan dari Israel dan Amerika Serikat (AS). Meski infrastruktur energi dan fasilitas penting menjadi sasaran rudal, ekonomi negara ini tetap berjalan normal.

Menteri Keuangan Iran, Ali Madani-Zadeh, menyatakan sebagian besar aset yang disita berhasil dialihkan untuk mendukung sektor produksi domestik. Berdasarkan data Kementerian Ekonomi Iran, Organisasi Pengumpulan dan Penjualan Aset Milik Negara (OCSSOP) telah mengelola aset senilai 5,1 kuadriliun rial atau sekitar USD10,2 miliar selama setahun terakhir.

Sebanyak 96 persen dari barang-barang tersebut telah berhasil diintegrasikan kembali ke dalam perekonomian nasional, memberikan dorongan signifikan bagi sektor produksi.

"Meski menghadapi serangan brutal dari rezim Zionis, kondisi ekonomi Iran tetap stabil. Semua lembaga di bawah kementerian beroperasi normal dan layanan publik tidak terganggu," ujar Madani-Zadeh, dikutip dari Tehran Times, Senin (23/6).

Baca Juga: Aksi Agen Rahasia Dmitri Cohen Bantu Iran Hancurkan Kota Haifa, Siapa Dia?

OCSSOP berperan penting dalam menjaga kelancaran ekonomi dengan mempercepat likuidasi aset dan memastikan barang-barang penting kembali ke sektor produksi. Seluruh kantor cabang OCSSOP di berbagai provinsi juga tetap aktif menjalankan tugasnya tanpa hambatan.

Proses lelang aset bergerak dan tidak bergerak masih berjalan sesuai jadwal, dengan partisipasi masyarakat yang tetap tinggi. Lelang terbaru telah sukses dilaksanakan dan pemenangnya telah diumumkan, menandakan stabilitas dalam mekanisme pasar domestik.

Namun, tekanan ekonomi dan sanksi internasional tetap membayangi. Inflasi tinggi, pengangguran, dan keterbatasan akses ke pasar global menjadi tantangan bagi Iran. Meski demikian, negara ini mampu menjaga stabilitas ekonomi dan sosial melalui berbagai kebijakan adaptif.

Pemain Kunci Rantai Pasok Energi Global

Iran tetap menjadi pemain kunci dalam rantai pasok energi global. Sebagai anggota pendiri OPEC dan kekuatan utama dalam Forum Negara Pengekspor Gas (GECF), Iran memiliki cadangan minyak dan gas terbesar kedua di dunia. Letak geografisnya yang strategis, terutama pengawasan atas Selat Hormuz, menambah pentingnya peran negara ini.

Selat Hormuz merupakan jalur transit vital bagi sekitar 20 persen ekspor minyak dunia. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan ketidakstabilan pasar global.

Pasca serangan AS, para analis memperingatkan skenario terburuk seperti penutupan Selat Hormuz atau penghentian ekspor minyak Iran, yang dapat membuat harga minyak mentah Brent melonjak hingga USD130 per barel.

Baca Juga: Iran Siap Blokade Selat Hormuz, IHSG dan Rupiah Ambruk Berjamaah

Kondisi ini membawa risiko inflasi tinggi dan mengancam pertumbuhan ekonomi global. Namun, Iran terus menyerukan stabilitas pasar energi dan aktif berpartisipasi dalam negosiasi OPEC untuk menjaga harga yang adil dan pasokan yang stabil.

Ketangguhan ekonomi Iran juga terlihat dari kemampuan negara ini mengelola anggaran militer yang meningkat drastis, tanpa mengorbankan operasional sektor publik dan produksi domestik. Hal ini menunjukkan strategi adaptasi yang efektif.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Rekomendasi
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved