Seberapa Kaya Cadangan Uranium Iran dan Misteri Hilangnya 400 Kg Material Nuklir

Selasa, 24 Juni 2025 - 08:34 WIB
loading...
Seberapa Kaya Cadangan...
Iran sebelum perang versus Israel pecah terus memperluas produksi uranium setelah data terbaru menunjukkan memiliki cadangan logam yang jauh lebih tinggi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Iran sebelum perang versus Israel pecah terus memperluas produksi uranium setelah data terbaru menunjukkan memiliki cadangan logam yang jauh lebih tinggi. Angka-angka baru ini berdasarkan Buku Merah dua tahunan, sebuah survei industri uranium.

Seperti dilansir Bloomberg, Iran disebutkan telah menggali di lebih dari selusin tambang uranium baru sejak 2022, namun sumber dayanya dianggap tidak ekonomis dan jauh di bawah yang diperlukan untuk memberi bahan bakar reaktor nuklir.

Pemerintah Teheran "menunjukkan bahwa cadangan uraniumnya jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya," tulis para penulis laporan tersebut, yang bekerja di Badan Energi Nuklir yang berbasis di Paris dan Badan Energi Atom Internasional yang berbasis di Wina.

Baca Juga: 5 Negara Pemilik Cadangan Uranium Terbesar di Dunia, Nomor 1 Tetangga Indonesia

Iran diperkirakan hampir menggandakan produksi bijih menjadi 71 ton di tahun 2025, menurut laporan tersebut. Berbeda dengan bagian lain dari siklus bahan bakar nuklir -proses industri besar yang mengkonsentrasikan isotop uranium menjadi bahan bakar untuk energi- kegiatan penambangan hulu tidak sering diaudit.

Inspektur IAEA melacak uranium yang diperkaya di seluruh dunia pada tingkat gram karena bahan tersebut juga dapat digunakan sebagai senjata. Akan tetapi bijih uranium dapat ditambang dan diperdagangkan dengan regulasi yang lebih sedikit.

Sementara itu Iran selalu mengklaim bahwa program nuklirnya untuk tindakan damai, pada tahun 2015 kekuatan dunia merundingkan batasan pada pekerjaannya sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi. Presiden AS Donald Trump meninggalkan perjanjian itu -yang mencakup jaminan IAEA terhadap aktivitas pertambangan Iran- pada Mei 2018 dan memberlakukan kembali sanksi ketat terhadap ekonomi Iran.

Kegiatan penambangan uranium Iran telah menarik perhatian analis keamanan yang menunjukkan bahwa, meskipun cadangannya tidak cukup untuk memberi bahan bakar reaktor tenaga atomnya.

Reaktor di pembangkit listrik nuklir Bushehr Iran membutuhkan sekitar 160 ton (145,15 ton) bijih uranium per tahun, tetapi negara itu hanya menambang 21 ton per tahun. Rosatom Corp. Rusia, yang membangun pembangkit tersebut, juga menyediakan bahan bakar.

Para insinyur Iran saat ini memproduksi setara dengan satu bom yang terbuat dari uranium yang diperkaya 60% setiap bulan, menurut data IAEA. Pada bulan Februari, laporan IAEA mencatat bahwa stok uranium yang diperkaya tersebut meningkat 50% dalam tiga bulan sebelumnya, menjadi 275 kilogram.

Misteri Hilangnya 400 Kg Uranium Iran

Iran mengklaim telah menyelundupkan hampir semua uranium di negara itu ke lokasi rahasia sebelum AS (Amerika Serikat) melancarkan serangan ke fasilitas nuklirnya. Tiga fasilitas pengayaan yang paling kritis di Teheran, termasuk fasilitas bawah tanahnya di Fordow, dihantam oleh pembom siluman B-2 dan serangan rudal yang diluncurkan dari kapal selam pada hari Minggu, lalu.

Namun para pejabat percaya bahwa sebagian besar material di Fordow dan fasilitas lainnya di Iran telah dipindahkan ke tempat lain sebelum serangan. Iran telah berjanji untuk melanjutkan pengayaan uranium sebagai bentuk pembangkangan terhadap Donald Trump, yang menambah kekhawatiran lebih lanjut mengenai program nuklirnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Rekomendasi
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Berita Terkini
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved