Seberapa Kaya Cadangan Uranium Iran dan Misteri Hilangnya 400 Kg Material Nuklir

Selasa, 24 Juni 2025 - 08:34 WIB
loading...
A A A
Memindahkan persediaannya ke lokasi rahasia berarti Iran masih bisa memiliki material yang diperlukan untuk mengembangkan senjata nuklir, tergantung pada kemampuan Teheran untuk membangun kembali peralatan vital, termasuk sentrifugal, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Seorang analis intelijen Israel, Ronen Solomon mengatakan, kepada The Telegraph bahwa meskipun Iran telah memindahkan uraniumnya, itu akan "seperti memiliki bahan bakar tanpa mobil".

Ia juga menambahkan: "Mereka memiliki uranium, tetapi mereka tidak bisa berbuat banyak dengan itu, kecuali mereka telah membangun sesuatu yang tidak kita ketahui dalam skala kecil."

Ali Shamkhani, seorang penasihat pemimpin tertinggi, mengatakan: "Bahkan jika kita mengasumsikan penghancuran total fasilitas tersebut, permainan belum berakhir, karena bahan-bahan yang diperkaya, pengetahuan lokal, dan keinginan politik tetap utuh."

Enrichment uranium adalah proses meningkatkan konsentrasi isotop uranium-235 dalam uranium alami. Untuk membangun senjata nuklir, uranium harus diperkaya hingga sekitar 90% U-235. Iran memperkaya uranium menggunakan sentrifus, yang memutar gas uranium heksafluorida dengan kecepatan tinggi untuk memisahkan isotop uranium, dan meningkatkan konsentrasi U-235.

Iran secara progresif telah memasang lebih banyak sentrifugal canggih, seperti model IR-2m dan IR-6, yang lebih cepat dan lebih efisien daripada sentrifugal IR-1 yang lebih lama, mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk membuat bom nuklir.

Kapasitas sentrifugal Iran sebelum serangan Israel dan AS bisa jadi memungkinkannya untuk memproduksi cukup uranium berkualitas senjata untuk sebuah bom dalam waktu kurang dari dua minggu, menurut Arms Control Association.

Baca Juga: IAEFA Sebut Jumlah Uranium Iran Meningkat Drastis

Ia diangkut di dalam silinder baja, yang dirancang khusus untuk menahan tekanan dan perubahan suhu yang signifikan, menurut Asosiasi Nuklir Dunia. Silinder ini kemudian ditempatkan di dalam tingkat perlindungan tambahan, yang disebut overpack, dan dapat diangkut melalui kereta api, jalan darat, dan laut.

Iran memproduksi sebagian besar bahan senjata grade dekat di Fordow. Hingga 17 Mei, Iran telah mengumpulkan 408,6 kg (901 lb) uranium yang diperkaya hingga 60%n, menurut laporan IAEA. Semua itu mengalam peningkatan 133,8 kg dari laporan terakhir IAEA pada bulan Februari.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Rekomendasi
Celine Evangelista Bantah...
Celine Evangelista Bantah Isu Jadi Istri Kelima, Akui Sudah Punya Pasangan
MAKI Sebut Pelimpahan...
MAKI Sebut Pelimpahan Penanganan Perkara Febrie Ardiansyah Tabrak KUHAP Baru
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved