Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Mentah Bakal Jadi Berapa?
Selasa, 24 Juni 2025 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
"Ada yang berspekulasi bahwa harga minyak mentah bisa naik di atas USD90 per barrel," ungkapnya.
Analis memperingatkan keadaan bisa dengan cepat berubah buruk bagi pasar minyak dan ekonomi global, jika muncul tanda-tanda konkret peningkatan ketegangan di sekitar Selat Hormuz.
"Jika titik choke ekonomi yang penting ini ditutup, gangguan semacam itu akan mendorong harga minyak menuju USD100 per barel, atau bahkan lebih tinggi," tulis Joe Brusuelas, kepala ekonom untuk RSM US, dalam sebuah catatan kepada investor.
Sebelumnya JP Morgan mengatakan skenario ekstrem, di mana konflik meluas ke wilayah sekitarnya dan termasuk penutupan Selat Hormuz, dapat menyebabkan harga minyak melonjak menjadi USD120 hingga USD130 per barel.
Goldman Sachs juga menerangkan, bahwa premi risiko geopolitik sekitar USD10 per barel ada benarnya, mengingat pasokan Iran yang lebih rendah dan risiko gangguan yang lebih luas dapat mendorong minyak mentah Brent di atas USD90/barel.
"Meskipun ketegangan di Timur Tengah mungkin mereda dalam beberapa hari ke depan, harga minyak kemungkinan tidak akan kembali ke kisaran rendah USD60 yang sempat dicapai sebulan lalu," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Analis memperingatkan keadaan bisa dengan cepat berubah buruk bagi pasar minyak dan ekonomi global, jika muncul tanda-tanda konkret peningkatan ketegangan di sekitar Selat Hormuz.
"Jika titik choke ekonomi yang penting ini ditutup, gangguan semacam itu akan mendorong harga minyak menuju USD100 per barel, atau bahkan lebih tinggi," tulis Joe Brusuelas, kepala ekonom untuk RSM US, dalam sebuah catatan kepada investor.
Sebelumnya JP Morgan mengatakan skenario ekstrem, di mana konflik meluas ke wilayah sekitarnya dan termasuk penutupan Selat Hormuz, dapat menyebabkan harga minyak melonjak menjadi USD120 hingga USD130 per barel.
Goldman Sachs juga menerangkan, bahwa premi risiko geopolitik sekitar USD10 per barel ada benarnya, mengingat pasokan Iran yang lebih rendah dan risiko gangguan yang lebih luas dapat mendorong minyak mentah Brent di atas USD90/barel.
"Meskipun ketegangan di Timur Tengah mungkin mereda dalam beberapa hari ke depan, harga minyak kemungkinan tidak akan kembali ke kisaran rendah USD60 yang sempat dicapai sebulan lalu," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
Lihat Juga :