Gas dan Energi Terbarukan: Duet Strategis Menuju Net Zero dan Kemandirian Energi

Selasa, 24 Juni 2025 - 23:22 WIB
loading...
Gas dan Energi Terbarukan:...
Dengan fleksibilitas, kecepatan implementasi, dan dukungan teknologi rendah karbon, gas alam telah terbukti menjadi mitra penting bagi energi terbarukan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dengan fleksibilitas, kecepatan implementasi, dan dukungan teknologi rendah karbon, gas alam telah terbukti menjadi mitra penting bagi energi terbarukan . Indonesia berada dalam posisi unik untuk menjembatani kebutuhan akan energi bersih sambil mengatasi tantangan keterjangkauan dan keandalan di kawasan ini.

Karena itu, IndoGAS 2025 kembali hadir sebagai forum strategis dua tahunan yang mempertemukan para pemimpin dari sektor pemerintahan, BUMN, pelaku industri, akademisi, hingga mitra internasional untuk membahas arah kebijakan, peluang pasar, dan strategi kolaboratif menuju sistem energi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Di tengah tantangan transisi energi global, konferensi ini menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman bersama dan mendorong peran gas dalam sistem energi masa depan.

“Sangat penting bagi kita untuk bergerak lebih cepat dan lebih dalam dalam mempercepat dekarbonisasi sistem energi global. Menurut International Energy Agency, pada tahun 2024, 40% peningkatan permintaan energi global dipenuhi oleh gas alam, menjadikannya sumber energi nomor satu. Pada saat yang sama, kita harus terus berada di jalur pengurangan emisi, melalui langkah nyata yang melampaui sekadar target, dengan memanfaatkan seluruh solusi yang tersedia," ujar Wakil Presiden International Gas Union, Andreas Stegher.

Baca Juga: Dukung Program Net Zero Emission 2050

"Sektor gas, bersama seluruh teknologi relevan, gas alam, gas hijau, dan solusi inovatif, sangat penting untuk mengikuti laju dan mempercepat transisi energi ini. Industri gas adalah bagian dari solusi penting menuju masa depan rendah karbon dengan menyediakan sumber energi fosil paling bersih yang tersedia, terjangkau, dan andal saat ini," lanjutnya.

Gas dan Energi Terbarukan: Bukan Pilihan, Tapi Kolaborasi Strategis

Dalam upaya global untuk mendorong transformasi eergi yang lebih bersih, kawasan Asia-Pasifik termasuk Indonesia menghadapi tantangan kompleks: bagaimana menyediakan energi rendah emisi, andal, dan terjangkau. Dalam konteks ini, gas alam tidak lagi dipandang sebagai solusi sementara, melainkan sebagai bagian dari strategi utama transisi energi.

Gas tidak hadir untuk bersaing dengan energi baru dan terbarukan (EBT), tetapi untuk melengkapinya. Dengan keunggulan fleksibilitas operasional, waktu implementasi yang relatif cepat, serta infrastruktur yang dapat disesuaikan dengan teknologi masa depan, gas memiliki karakter strategis sebagai pendukung sistem energi nasional yang terus bertransformasi.

Menutup Kesenjangan Energi, Menjaga Akselerasi Pertumbuhan

Indonesia telah menetapkan target jangka panjang untuk mencapai net zero emission antara tahun 2050 hingga 2060. Komitmen ini dirancang agar tetap sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan perluasan akses energi yang merata ke seluruh wilayah, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,2 GW melalui proses optimalisasi. Sekitar 42 GW atau 61% dari tambahan tersebut diproyeksikan berasal dari sumber terbarukan seperti surya, angin, air, panas bumi, dan bioenergi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Menuju Industri Hijau:...
Menuju Industri Hijau: PGN Rintis Ekosistem CCS demi Amonia Rendah Karbon
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Mengoptimalkan Potensi...
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Rekomendasi
Sambut HUT Ke-81 RI,...
Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Sekolah Nasional Terintegrasi:...
Sekolah Nasional Terintegrasi: Investasi Besar yang Harus Dijaga Konsistensinya
Daftar Nama 19 Calon...
Daftar Nama 19 Calon Hakim Agung dan 4 Hakim Ad Hoc Lolos Seleksi Kesehatan dan Kepribadian
Berita Terkini
Salip Nvidia, Apple...
Salip Nvidia, Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia
Gus Ipul Sebut Bansos...
Gus Ipul Sebut Bansos Akan Disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
Aktivitas Trading Token...
Aktivitas Trading Token Berbasis Saham AS Tumbuh di Kuartal II 2026
Praktis dan Cepat! BRI...
Praktis dan Cepat! BRI Multiguna Pre-Approved Hadirkan Solusi Finansial Spesial untuk Nasabah Terpilih
Diwarnai Kejatuhan 380...
Diwarnai Kejatuhan 380 Saham, Tren Pelemahan IHSG Berlanjut ke 6.130
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved