Dorong Energi Hijau, Pertamina NRE Akuisisi 20% Saham Perusahaan EBT Filipina

Sabtu, 28 Juni 2025 - 22:04 WIB
loading...
Dorong Energi Hijau,...
Pertamina NRE memperkuat portofolio energi hijau dengan membuka membuka jalur investasi lintas negara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menggandeng perusahaan energi terbarukan asal Filipina, Citicore Renewable Energy Corporation (CREC), melalui penandatanganan share subscription agreement senilai USD120 juta atau sekitar Rp1,9 triliun. Kesepakatan tersebut menjadikan Pertamina NRE sebagai pemegang 20% saham CREC.

Penandatanganan perjanjian berlangsung pada Kamis (19/6), dilakukan oleh CEO Pertamina NRE John Anis dan CEO CREC Oliver Tan, disaksikan PTH Direktur Utama Pertamina Salyadi Saputra. Kolaborasi ini disebut sebagai tonggak penting dalam mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Filipina di sektor energi bersih.

"Kerja sama ini bukan hanya memperkuat portofolio energi hijau Pertamina NRE, tetapi juga memperluas peluang transfer teknologi dan pengetahuan, sekaligus membuka jalur investasi lintas negara sesuai dengan Asta Cita pemerintah," ujar John Anis dalam pernyataannya, Sabtu (28/6).

Baca Juga: Danantara Bakal Sulap Lahan BUMN Tak Produktif Jadi Perumahan

Sementara, Chairman CREC Edgar Saavedra mengatakan, kolaborasi dengan Pertamina NRE sebagai langkah strategis dalam mempercepat transisi menuju penggunaan energi terbarukan sepenuhnya di Filipina. "Bersama Pertamina NRE, kami ingin menciptakan solusi energi bersih yang responsif dan kolaboratif, baik untuk Filipina maupun Indonesia," ujarnya.

Selain share subscription agreement, kedua perusahaan juga menandatangani framework agreement untuk pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia dan kerja sama dalam perdagangan kredit karbon dari proyek-proyek tersebut.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, kesepakatan tersebut dapat menjadi model kerja sama strategis antarnegara ASEAN di sektor energi terbarukan. "Kemitraan ini bersifat resiprokal dan akan membuka jalan bagi investasi baru di Indonesia," ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan membawa sejumlah manfaat strategis bagi Indonesia, termasuk peningkatan pengembangan sumber daya manusia, percepatan pembangunan pabrik panel surya, hingga dukungan terhadap target bauran energi terbarukan sebesar 60 persen pada 2034 sebagaimana tercantum dalam RUPTL.

Selain itu, kolaborasi ini diproyeksikan mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), meningkatkan daya saing industri energi bersih nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin transisi energi di Asia Tenggara.

Saat ini, Citicore mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas terpasang sebesar 287 megawatt (MW), dan menargetkan peningkatan kapasitas hingga 5 gigawatt (GW) dalam lima tahun ke depan, dengan 1 GW ditargetkan rampung tahun ini. Selain itu, portofolio energi angin (PLTB) CREC mencapai total 803 MW, di mana 543 MW di antaranya masih dalam tahap pengembangan.

Baca Juga: Danantara Suntik Modal Rp6,6 Triliun ke Garuda Indonesia

Deputi Menteri Energi Filipina, Mylene Capongcol, menyatakan, kemitraan ini merupakan bukti komitmen Filipina terhadap penguatan kerja sama energi berkelanjutan di tingkat kawasan. “Kami mendukung penuh langkah ini sebagai bagian dari kerja sama regional yang inklusif dan strategis,” katanya.

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman bilateral di bidang energi yang telah ditandatangani oleh Indonesia dan Filipina pada Januari 2024. Dengan sinergi ini, kedua negara berharap mampu mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi kawasan.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
Makin Mudah Berinvestasi,...
Makin Mudah Berinvestasi, Pegadaian dan KSEI Gandeng Tangan Kembangkan ETF Emas
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
Rekomendasi
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
Berita Terkini
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Di Motion Trade, Anargya...
Di Motion Trade, Anargya Asset Management Bikin Challenge dengan Total Reward Rp25 Juta
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Komitmen Bangun Ekonomi Inklusif
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Transformasi Digital...
Transformasi Digital Kepabeanan, 1.600 Pengguna Jasa Ikuti Sosialisasi Dokap Online Bea Cukai Priok
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved