AII dan BPDPKS Perluas Pemanfaatan Teknologi Sawit untuk Petani dan UMKM
Selasa, 01 Juli 2025 - 08:42 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kegiatan di Deli Serdang, tiga inovasi dipresentasikan, yakni alat pendeteksi kematangan buah sawit (TBS) karya Dr M. Makky dari Universitas Andalas, budidaya jamur tiram dengan media tandan kosong kelapa sawit (TKKS) oleh Firda Dimawarnita dari PPKS Bogor, serta teknologi pupuk BioSilAc untuk meningkatkan ketahanan tanaman sawit terhadap kekeringan oleh Donny N. Kalbuadi dari PPKS.
Sementara, Direktur Penyaluran Dana Hilir BPDP, M. Alfansyah, menyampaikan bahwa BPDP berkomitmen membiayai riset-riset strategis dari berbagai lembaga untuk memperkuat industri kelapa sawit nasional. Ia menegaskan bahwa hasil teknologi dari GRS harus bisa digunakan langsung oleh petani, mengingat sumber dananya berasal dari pelaku industri, termasuk petani sawit itu sendiri.
"Selain mendanai riset, BPDP juga meningkatkan kapasitas SDM sawit lewat beasiswa pendidikan untuk anak-anak petani, program peremajaan sawit rakyat (replanting), serta dukungan infrastruktur kebun," tutur Alfansyah.
Sesi presentasi dari para inventor GRS dipandu oleh Mohammad Yunus dari AII. Para peserta antusias menyimak materi, terutama terkait alat deteksi kematangan TBS yang berpotensi meningkatkan kualitas panen dan menghindarkan petani dari potongan harga oleh pabrik kelapa sawit.
Selain itu, aplikasi digital berbasis Android yang memuat standar budidaya kelapa sawit juga diperkenalkan. Aplikasi ini memungkinkan petani berkonsultasi dan mengelola kebunnya secara lebih efisien untuk meningkatkan produktivitas.
Sementara, Direktur Penyaluran Dana Hilir BPDP, M. Alfansyah, menyampaikan bahwa BPDP berkomitmen membiayai riset-riset strategis dari berbagai lembaga untuk memperkuat industri kelapa sawit nasional. Ia menegaskan bahwa hasil teknologi dari GRS harus bisa digunakan langsung oleh petani, mengingat sumber dananya berasal dari pelaku industri, termasuk petani sawit itu sendiri.
"Selain mendanai riset, BPDP juga meningkatkan kapasitas SDM sawit lewat beasiswa pendidikan untuk anak-anak petani, program peremajaan sawit rakyat (replanting), serta dukungan infrastruktur kebun," tutur Alfansyah.
Sesi presentasi dari para inventor GRS dipandu oleh Mohammad Yunus dari AII. Para peserta antusias menyimak materi, terutama terkait alat deteksi kematangan TBS yang berpotensi meningkatkan kualitas panen dan menghindarkan petani dari potongan harga oleh pabrik kelapa sawit.
Selain itu, aplikasi digital berbasis Android yang memuat standar budidaya kelapa sawit juga diperkenalkan. Aplikasi ini memungkinkan petani berkonsultasi dan mengelola kebunnya secara lebih efisien untuk meningkatkan produktivitas.
Lihat Juga :