Efisiensi Ketat tapi Defisit APBN Justru Membengkak, Ini Jawaban Sri Mulyani
Rabu, 02 Juli 2025 - 09:04 WIB
loading...
A
A
A
Belanja negara hingga akhir tahun diperkirakan mencapai Rp3.527,5 triliun, sedikit lebih rendah dari target APBN sebesar Rp3.621,3 triliun. Menurut Menkeu, jika tidak dilakukan efisiensi selektif, defisit bisa lebih tinggi dari proyeksi saat ini.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa pembukaan blokir anggaran dilakukan dengan merujuk pada arahan Presiden dalam rapat terbatas (ratas). “Buka blokir dilakukan berdasarkan notulen ratas. Saya sendiri tidak memiliki kewenangan membuka blokir tanpa dasar hukum,” ujarnya.
Mekanisme buka blokir, kata dia, telah diatur dalam UU APBN 2024, Pasal 20 ayat 1 huruf H, yang memberikan fleksibilitas kepada presiden dalam mengalokasikan belanja sesuai prioritas. “Itu dilakukan sesuai arahan presiden, misalnya untuk koperasi, rumah, maupun program makan bergizi,” imbuhnya.
Sri Mulyani menegaskan, semua keputusan tersebut terdokumentasi secara resmi dan dijalankan dalam kerangka hukum yang berlaku. “Kami bekerja sesuai aturan dan prosedur yang berlaku, bukan sepihak,” pungkasnya.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa pembukaan blokir anggaran dilakukan dengan merujuk pada arahan Presiden dalam rapat terbatas (ratas). “Buka blokir dilakukan berdasarkan notulen ratas. Saya sendiri tidak memiliki kewenangan membuka blokir tanpa dasar hukum,” ujarnya.
Mekanisme buka blokir, kata dia, telah diatur dalam UU APBN 2024, Pasal 20 ayat 1 huruf H, yang memberikan fleksibilitas kepada presiden dalam mengalokasikan belanja sesuai prioritas. “Itu dilakukan sesuai arahan presiden, misalnya untuk koperasi, rumah, maupun program makan bergizi,” imbuhnya.
Sri Mulyani menegaskan, semua keputusan tersebut terdokumentasi secara resmi dan dijalankan dalam kerangka hukum yang berlaku. “Kami bekerja sesuai aturan dan prosedur yang berlaku, bukan sepihak,” pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :