3 Negara Eropa yang Punya Utang Jumbo ke China, Rusia Teratas Tembus Rp2.112 Triliun

Rabu, 02 Juli 2025 - 14:58 WIB
loading...
A A A
Utang China ini membawa pengaruh kompleks terhadap kebijakan ekonomi dan politik negara-negara Eropa. Jika negara penerima pinjaman mengalami kesulitan membayar, China berpotensi menuntut konsesi ekonomi atau politik, seperti pengelolaan pelabuhan atau infrastruktur strategis lainnya. Kondisi ini dapat mengurangi kedaulatan ekonomi dan politik negara bersangkutan.

Ketergantungan finansial yang tinggi juga berisiko membebani anggaran negara, sehingga sumber daya dialihkan dari sektor penting seperti kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Risiko krisis utang jangka panjang pun mengancam stabilitas ekonomi nasional.

Dampak sosial juga muncul dari proyek-proyek yang didanai China. Misalnya, meski investasi di pelabuhan Piraeus, Yunani, menciptakan lapangan kerja, masalah keselamatan kerja dan hak pekerja kerap menjadi perhatian akibat praktik yang lebih mengutamakan keuntungan.

Baca Juga: Diserang Israel dan AS, Iran Tuntut Kompensasi

Situasi geopolitik, seperti perang Rusia-Ukraina dan pandemi global, mendorong beberapa negara Eropa untuk mengevaluasi ulang hubungan ekonomi dan utang mereka dengan China. Mereka berupaya menyeimbangkan manfaat investasi China dengan risiko yang ditimbulkan serta mempertimbangkan diversifikasi sumber pembiayaan.

Belt and Road Initiative (BRI) menjadi instrumen utama China dalam memperkuat pengaruh ekonomi di Eropa. Melalui pembangunan jalur kereta api, pelabuhan, dan jalan tol, BRI meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik antara China dan Eropa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved