Harta Karun Emas Galleon Spanyol Jadi Rebutan, dari Perusahaan AS, hingga Kolombia

Rabu, 02 Juli 2025 - 20:33 WIB
loading...
A A A
Sementara itu pada beberapa koin, para peneliti dapat melihat huruf "PVA" - yang mewakili sebuah motto Latin yang berarti "Plus Ultra" atau "Lebih Jauh Lagi." Pepatah itu digunakan pada mata uang untuk menandakan ekspansi monarki Spanyol di Atlantik, kata para penulis studi.

Angka-angka yang menggambarkan pecahan koin dan tanggal pencetakan (1707) juga dapat terlihat. Para penulis studi tersebut mengatakan, bahwa koin dari periode ini sering dipotong dari batangan emas atau perak.

"Koin yang dipukul tangan, berbentuk tidak teratur - yang dikenal sebagai cobs dalam bahasa Inggris dan macuquinas dalam bahasa Spanyol -menjadi mata uang utama di Amerika selama lebih dari dua abad," kata penulis dalam sebuah pernyataannya.

Pada bulan Agustus lalu, otoritas Kolombia menyatakan telah mensurvei bangkai kapal tersebut, dan mengungkapkan berbagai artefak, termasuk jangkar, kendi, dan botol kaca.

Pemerintah Kolombia mengumumkan tahun lalu bahwa mereka akan memulai pengeboran dari kapal yang terletak di lepas pantai Karibia, menggunakan beberapa kapal yang dikendalikan jarak jauh. Kapal tersebut ditemukan pada tahun 2015, tetapi lokasi pastinya telah dirahasiakan untuk melindungi bangkai kapal yang terkenal tersebut dari pemburu harta karun.

Sejak penemuan, berbagai pihak telah mengklaim bangkai kapal tersebut, termasuk Kolombia, Spanyol, dan penduduk asli Qhara Qhara Bolivia yang mengklaim bahwa harta karun di dalamnya dicuri dari mereka. Bangkai kapal tersebut juga telah diklaim oleh perusahaan penyelamatan berbasis AS, Sea Search Armada yang mengatakan bahwa mereka pertama kali menemukan bangkai kapal itu lebih dari 40 tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Barat Kalah Berani?...
Barat Kalah Berani? Kapal-kapal Asia Siap Terobos Selat Hormuz Lebih Dulu
Raksasa Migas AS Tumbang?...
Raksasa Migas AS Tumbang? Rugi Miliaran Dolar Akibat Perang Iran, Produksi Anjlok!
Ambisi Trump Caplok...
Ambisi Trump Caplok Greenland Bakal Ubah Peta Energi Dunia? Ada Harta Karun Minyak Miliaran Barel
Harta Karun Greenland...
Harta Karun Greenland Tak Mudah Digali, Ambisi Trump Terganjal Realita Alam Arktik
Menhub Angkat Bicara...
Menhub Angkat Bicara Soal Tragedi Kapal Tenggelam di Labuan Bajo, Singgung Izin Berlayar
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Rekomendasi
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
FIFA Larang Wasit Inggris...
FIFA Larang Wasit Inggris Pimpin Argentina, Kenapa?
Berita Terkini
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved