Xi Jinping dan Putin Absen KTT BRICS 2025 di Brasil, Ada Apa?
Kamis, 03 Juli 2025 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Vladimir Putin juga tidak hadir karena alasan hukum. Brasil sebagai tuan rumah adalah anggota Statuta Roma yang mewajibkan penangkapan Putin terkait surat perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Sebagai gantinya, Rusia akan diwakili Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, dan Putin direncanakan hadir secara virtual.
Ketidakhadiran dua pemimpin tersebut terjadi di tengah ekspansi besar-besaran BRICS. Setelah menerima Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab pada 2024, tahun ini Indonesia resmi bergabung sebagai anggota terbaru. Langkah ini mencerminkan visi BRICS sebagai poros baru dalam tatanan global multipolar.
Analis menilai, absennya Xi dan Putin bisa mengalihkan sorotan kepada para pemimpin anggota lain seperti India, Brasil, dan Indonesia. Namun, mereka memperingatkan agar ketidakhadiran ini tidak dimaknai sebagai penurunan komitmen terhadap kelompok, melainkan penyesuaian dengan prioritas masing-masing negara.
Xi disebut tengah fokus merancang peta jalan pembangunan ekonomi China jangka menengah di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global. Partai Komunis China saat ini sedang menyusun proposal Rencana Lima Tahun yang mencakup periode 2026–2030.
Meski secara simbolik ketidakhadiran Xi dinilai melemahkan posisi China di forum ini, pengaruh Beijing dalam BRICS dinilai masih kuat. "China tetap menjadikan BRICS sebagai instrumen strategis untuk membangun tatanan global baru yang tidak bergantung pada dominasi Barat," ujar Einar Tangen, peneliti senior Taihe Institute.
Ketidakhadiran dua pemimpin tersebut terjadi di tengah ekspansi besar-besaran BRICS. Setelah menerima Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab pada 2024, tahun ini Indonesia resmi bergabung sebagai anggota terbaru. Langkah ini mencerminkan visi BRICS sebagai poros baru dalam tatanan global multipolar.
Analis menilai, absennya Xi dan Putin bisa mengalihkan sorotan kepada para pemimpin anggota lain seperti India, Brasil, dan Indonesia. Namun, mereka memperingatkan agar ketidakhadiran ini tidak dimaknai sebagai penurunan komitmen terhadap kelompok, melainkan penyesuaian dengan prioritas masing-masing negara.
Xi disebut tengah fokus merancang peta jalan pembangunan ekonomi China jangka menengah di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global. Partai Komunis China saat ini sedang menyusun proposal Rencana Lima Tahun yang mencakup periode 2026–2030.
Meski secara simbolik ketidakhadiran Xi dinilai melemahkan posisi China di forum ini, pengaruh Beijing dalam BRICS dinilai masih kuat. "China tetap menjadikan BRICS sebagai instrumen strategis untuk membangun tatanan global baru yang tidak bergantung pada dominasi Barat," ujar Einar Tangen, peneliti senior Taihe Institute.
Lihat Juga :