Jelang KTT 2025 di Brasil, India Tegas Tolak Pembentukan Mata Uang BRICS

Jum'at, 04 Juli 2025 - 07:34 WIB
loading...
A A A
CEO Wisdom Hatch dan analis keuangan Akshat Shrivastava menilai sikap pemerintah India sebagai langkah cerdas menjelang KTT di Brasil.

"India telah mengambil posisi yang jelas dan strategis," kata Akshat dalam unggahan videonya. Ia menilai bahwa ketergantungan pada dolar AS justru memberikan keuntungan besar bagi India, terutama dalam sektor jasa dan teknologi informasi.

India diketahui menjadi tujuan utama alih daya (outsourcing) sektor IT dari perusahaan-perusahaan Amerika dan Eropa. Jika India meninggalkan dolar, maka stabilitas ekspor jasa digitalnya akan terganggu dan bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

"Dengan Amerika Serikat, kita memiliki peluang untuk mengekspor. Sementara dengan Tiongkok, peluang kita sangat terbatas karena mereka adalah eksportir netto," ujar Akshat.

Ia juga menekankan bahwa kota-kota seperti Pune dan Hyderabad tumbuh pesat karena ekspor jasa IT ke pasar Barat. Menurutnya, India saat ini menyumbang sekitar 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dunia, sementara Amerika Serikat menyumbang 27 persen.

"Kita harus memilih dengan cermat. Hubungan dagang dengan AS memberi kita peluang nyata untuk tumbuh," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Nambah Kekuatan, 9 Negara...
Nambah Kekuatan, 9 Negara Bakal Jadi Mitra BRICS di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved