Dolar AS Mengalami Tahun Terburuk Sejak 1973, Status Cadangan Utama Dunia Diragukan

Jum'at, 04 Juli 2025 - 15:36 WIB
loading...
A A A
Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, Trump telah memberlakukan tarif besar-besaran yang bertujuan melindungi produksi dalam negeri. Kampanye tersebut mencapai puncaknya pada 2 April dengan kebijakan yang dilabeli sebagai 'Hari Pembebasan', termasuk pajak 10% secara menyeluruh untuk semua impor dan tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang dari China, Meksiko, Kanada, dan negara-negara anggota UE.

Namun tarif Trump sempat sedikit melunak dengan membuka ruang untuk negosiasi, dan menghentikan sementara kebijakan tarif selama 90 hari. Sementara itu Trump membela kebijakan yang diambilnya sebagai cara untuk mengembalikan lapangan kerja ke AS dan mengurangi defisit perdagangan negara tersebut.

Tapi nyatanya kebijakan tarif agresif Trump justru mengguncang pasar. Proposal perdagangan Trump, kekhawatiran tentang inflasi, dan meningkatnya utang pemerintah telah memberikan tekanan pada dolar AS (USD). Sedangkan berkurangnya kepercayaan pada peran Amerika Serikat dalam sistem keuangan global semakin menambah parah penurunan.

"Memiliki dolar yang lemah atau dolar yang kuat bukanlah masalahnya," kata Steve Englander, kepala penelitian valuta asing G10 global di Standard Chartered kepada NYT.

"Masalahnya adalah: Apa yang dikatakannya tentang bagaimana dunia melihat kebijakan Anda?" sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Berita Terkini
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Infografis
Cadangan Devisa AS di...
Cadangan Devisa AS di Dunia Turun Nyaris 60%, Dolar Kian Terpuruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved