AS Bakal Umumkan Hasil Negosiasi Tarif, IHSG Diprediksi Bergerak ke 6.815-6.970

Senin, 07 Juli 2025 - 07:32 WIB
loading...
AS Bakal Umumkan Hasil...
IHSG diproyeksikan akan bergerak bervariasi cenderung menguat pada pekan ini, sentimen positif diharapkan datang dari penantian rilis hasil negosiasi Amerika Serikat (AS) dengan negara mitra dagang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diproyeksikan akan bergerak bervariasi cenderung menguat pada pekan ini, dengan support di level 6.815 dan resistance 6.970. Sentimen positif diharapkan datang dari penantian rilis hasil negosiasi tarif Amerika Serikat (AS) dengan negara mitra dagang pada 9 Juli mendatang yang kemungkinan akan memberikan hasil positif.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi memproyeksikan, penguatan IHSG setelah satu pekan terakhir mengalami koreksi sebesar 0,47 persen dengan outflow sebesar Rp2 triliun."Kami melihat pasar saat ini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ada optimisme dari potensi meredanya perang dagang. Di sisi lain, ada risiko dari kebijakan utang dan suku bunga AS," ujar Imam dalam risetnya, Senin (7/7/2025).

"Bagi investor yang cermat, kondisi seperti inilah yang justru melahirkan peluang terbaik, terutama jika fokus pada sektor yang memiliki fundamental kuat dan katalis positif jangka panjang," imbuhnya.

Baca Juga: 10 Saham Terboncos Selama Sepekan, Paling Parah Ambles 25%

Menurut Imam, penurunan kinerja IHSG dipengaruhi oleh sentimen global dan juga domestik, seperti data PMI Manufaktur dari China, AS, dan Indonesia. China NBS Manufacturing PMI tercatat membaik dari bulan sebelumnya di level 47,5 ke level 49,7 di Juni 2025.

Variabel yang membuat PMI Manufaktur China membaik adalah naiknya "new order" ke 50,2 dari level kontraksinya di level 49,8. Selain itu, output juga naik ke 51 dari dibanding bulan sebelumnya 50,7 poin.

Aktivitas pembelian naik untuk pertama kalinya dari bulan Maret bahkan kembali ke level ekspansifnya. Meski begitu, mayoritas variabel lainnya masih berada di area kontraksi, namun terlihat adanya perbaikan aktivitas manufaktur setelah diadakannya pertemuan di London.

Imam menambahkan aktivitas manufaktur AS yang dicerminkan pada data ISM Manufacturing PMI juga mengalami perbaikan di beberapa komponen atau variabel. Misalnya, produksi naik signifikan ke 50,3 dari 45,4 di Mei, inventory membaik dari 46,7 ke 49,2.

Kedua variabel ini menggambarkan bahwa ada kemungkinan aktivitas impor dari China mulai membaik setelah negosiasi di London. Meski begitu, komponen lain misalnya dari demand atau new orders semakin terkontraksi ke level 46,4.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
IHSG Berakhir Merayap...
IHSG Berakhir Merayap Naik ke 6.177 Diwarnai Lompatan 353 Saham
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved