China Bergerak Menguasai Tambang di Seluruh Dunia Lawan Sanksi AS, Tertinggi Sejak 2013

Selasa, 08 Juli 2025 - 08:00 WIB
loading...
China Bergerak Menguasai...
Perusahaan-perusahaan China membeli lebih banyak tambang di luar negeri daripada yang mereka lakukan dalam lebih dari satu dekade. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perusahaan- perusahaan China membeli lebih banyak tambang di luar negeri daripada yang mereka lakukan dalam lebih dari satu dekade untuk mengamankan bahan baku penting karena negara-negara Barat membatasi investasi mereka. Dilaporkan Financial Times, pada tahun lalu tercatat ada 10 kesepakatan yang diteken dengan masing-masing bernilai lebih dari USD100 juta.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2013, mengutip analisis data S&P dan Mergermarket. Beijing dilaporkan sedang berupaya mengamankan pasokan mineral penting, seiring perang dagang versus Barat yang semakin memanas.

"Kenaikan jumlah kesepakatan tambang, sebagian mencerminkan upaya China untuk mendahului iklim geopolitik yang memburuk, yang membuatnya semakin tidak diinginkan sebagai investor di negara-negara penting seperti Kanada dan AS,” mengutip analis dan investor.

Baca Juga: Putus Ketergantungan dengan China, AS Coba Bikin Magnet Tanah Jarang Sendiri

Kesepakatan besar yang dilakukan China dilaporkan mencakup tambang emas di Kazakhstan, Ghana, dan Pantai Gading. Lalu ada tambang tembaga di Zambia, tambang tembaga-emas di Brasil, dan kepemilikan 50% dalam proyek tanah jarang di Tanzania.

China adalah pemurni utama elemen tanah jarang, dimana bertanggung jawab atas 90% kapasitas pengolahan global, dan memiliki cadangan elemen kritis terbesar di dunia. Beijing telah menjadikan keamanan mineral sebagai prioritas strategis nasional.

Apa yang dilakukan China seiring dengan meningkatnya permintaan global untuk lithium, kobalt, dan nikel, saat energi bersih dan manufaktur teknologi tinggi terus tumbuh. Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Pembatasan Ekspor Mineral Langka China Jadi Pukulan Telak buat AS

Pemerintah Barat telah berusaha membatasi akses China terhadap mineral penting dan teknologi pemrosesan, dengan tujuan mengamankan rantai pasokan mereka sendiri dan mengurangi ketergantungan. AS dan sekutunya telah memblokir investasi China, memberlakukan pembatasan ekspor, dan meluncurkan kemitraan baru untuk mendapatkan mineral dari tempat lain.

Presiden AS, Donald Trump telah menganggap akses mineral sebagai prioritas strategis, mengaitkannya dengan diplomasi dan penyelesaian konflik. Bulan lalu, Rwanda dan Republik Demokratik Kongo menandatangani kesepakatan perdamaian yang dimediasi oleh AS, yang menurut Trump mengamankan hak-hak Amerika atas kekayaan mineral Kongo.

Pada bulan April, Washington juga menandatangani kesepakatan mineral dengan Ukraina, yang dianggap sebagai pembayaran sebagian untuk bantuan militer. Pada bulan Juni, Washington dan Beijing mencapai kesepakatan untuk melanjutkan ekspor bahan baku jarang.

China sebelumnya memberlakukan pembatasan ekspor pada bahan-bahan ini sebagai pembalasan terhadap tarif AS, yang mengganggu rantai pasokan global.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Rekomendasi
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved