Putus Ketergantungan dengan China, AS Coba Bikin Magnet Tanah Jarang Sendiri

Rabu, 25 Juni 2025 - 07:16 WIB
loading...
Putus Ketergantungan...
Amerika Serikat (AS) mencoba memutuskan cengkeraman China terhadap pasar global untuk mineral kritis logam tanah jarang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) mencoba memutuskan cengkeraman China terhadap pasar global untuk mineral kritis logam tanah jarang . USA Rare Earth adalah bagian dari upaya AS yang terbilang terlambat dalam membangun kembali rantai pasokan domestik untuk magnet berkinerja tinggi.

Seperti diketahui magnet rare earth digunkan dalam berbagai produk, mulai dari drone, kendaraan listrik, smartphone, perangkat medis, hingga senjata militer. Baca Juga: 5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia

Perusahaan AS sedang berlomba untuk membangun jalur produksi, mempekerjakan sejumlah besar spesialis terampil dan menyempurnakan formula ilmiahnya saat bersiap untuk memproduksi jutaan magnet neodimium yang kuat, atau neo, pada awal 2026. Taruhannya dalam geopolitik adalah menggigit.

China menguasai pasar untuk kategori mineral kritis yang dikenal sebagai rare earths, yang dibutuhkan untuk membuat magnet, serta untuk magnet itu sendiri. Beijing menunjukkan dominasinya dalam beberapa pekan terakhir ketika mengurangi pasokan yang dibutuhkan oleh produsen mobil Amerika.

Tujuan China adalah untuk mendapatkan nilai tawar dalam negosiasi perdagangan terkait hambatan tarif dengan Presiden Donald Trump. Baca Juga: Produsen Mobil Terancam Tutup, Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang Melunak
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Rekomendasi
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Kampus Pertama Kunjungi Cikeas Art Gallery, Mahasiswa DKV Pelajari Masterpiece SBY
Lisa Mariana Diduga...
Lisa Mariana Diduga Tipu Klien Endorsement, Korban Mengaku Rugi Ratusan Juta
Bea Cukai dan BNN Gagalkan...
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand
Berita Terkini
MPIX Tunjuk Nurfaizi...
MPIX Tunjuk Nurfaizi Suwandi jadi Komisaris Independen, Pertegas Ekspansi ke Remitansi Pekerja Migran
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved