Timeline Lobi Indonesia ke Trump Sampai Akhirnya Tetap Kena Tarif Impor 32%
Selasa, 08 Juli 2025 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
- Perundingan Tarif dengan AS Diselesaikan dalam 60 Hari
Menko Airlangga menyampaikan, kedua negara sepakat untuk menyelesaikan perundingan dalam waktu 60 hari. Ia menjelaskan bahwa format dan ruang lingkup (scoping) perjanjian yang akan dibahas juga telah disepakati.
"Indonesia dan Amerika Serikat bersepakat untuk menyelesaikan perundingan ini dalam waktu 60 hari dan sudah disepakati kerangka ataupun framework acuannya," ujar Menko Airlangga dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara langsung dari Washington DC dan didampingi oleh Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono serta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu.
"Terkait tarif kan sedang proses, sedang berjalan. Jadi kita tunggu saja proses yang sedang berjalan," ujar Menko Airlangga singkat di kantornya, Rabu (30/4/2025).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan delegasi Indonesia kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan perundingan, Airlangga menjawab dengan hati-hati. "Kita tunggu juga. Karena ada tim teknis, jadi semua masih tahap awal," katanya.
Simon menegaskan, kebijakan ini bukan menambah impor minyak ke Indonesia, melainkan hanya shifting dari yang sebelumnya mendatangkan minyak dari negara lain, menjadi menggunakan minyak dari Amerika.
"Untuk negosiasi Indonesia dengan USA ini juga ada bagian dari arahan pemerintah, yang tentunya kembali lagi kami menyampaikan di sini bahwa kita bukan menambah impor dari Amerika melainkan adalah kita shifting," ujarnya dalam konferensi pers paparan kinerja Pertamina 2024, Jumat (13/6/2025).
“Terkait dengan Amerika Serikat, Indonesia sudah memberikan second offer seperti yang saya sudah sampaikan dan second offer ini sudah diterima oleh USTR dan sudah direview,” ujar Airlangga di kantornya, Rabu (2/7/2025).
Baca Juga: Trump Tetap Kenakan Indonesia Tarif Impor 32%, Istana: Masih Ada Ruang Negosiasi
“Jadi tadi sudah dibahas tentang rencana Indonesia mengenai pembelian energi yang totalnya bisa mencapai USD15,5 miliar, kemudian terkait juga dengan pembelian barang agrikultur, dan juga terkait dengan rencana investasi termasuk didalamnya oleh BUMN dan Danantara,” ujar Airlangga usai rapat koordinasi bersama kementerian dan pelaku usaha, Kamis (3/7/2025).
Menko Airlangga menyampaikan, kedua negara sepakat untuk menyelesaikan perundingan dalam waktu 60 hari. Ia menjelaskan bahwa format dan ruang lingkup (scoping) perjanjian yang akan dibahas juga telah disepakati.
"Indonesia dan Amerika Serikat bersepakat untuk menyelesaikan perundingan ini dalam waktu 60 hari dan sudah disepakati kerangka ataupun framework acuannya," ujar Menko Airlangga dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara langsung dari Washington DC dan didampingi oleh Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono serta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu.
1 Mei 2025 - Bahas Soal Teknis
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengabarkan, perkembangan terkini mengenai negosiasi tarif impor antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Menurut Menko Airlangga , proses negosiasi masih berlangsung dan memasuki tahap pembahasan teknis."Terkait tarif kan sedang proses, sedang berjalan. Jadi kita tunggu saja proses yang sedang berjalan," ujar Menko Airlangga singkat di kantornya, Rabu (30/4/2025).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan delegasi Indonesia kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan perundingan, Airlangga menjawab dengan hati-hati. "Kita tunggu juga. Karena ada tim teknis, jadi semua masih tahap awal," katanya.
13 Juni 2025 - Indonesia Bakal Tambah Kuota Impor Minyak
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyatakan hasil negosiasi yang dilakukan pemerintah menghadapi tarif resiprokal Presiden Donald Trump, yakni dengan menambah impor minyak dari Amerika Serikat, dan mengurangi jatah impor dari negara lain.Simon menegaskan, kebijakan ini bukan menambah impor minyak ke Indonesia, melainkan hanya shifting dari yang sebelumnya mendatangkan minyak dari negara lain, menjadi menggunakan minyak dari Amerika.
"Untuk negosiasi Indonesia dengan USA ini juga ada bagian dari arahan pemerintah, yang tentunya kembali lagi kami menyampaikan di sini bahwa kita bukan menambah impor dari Amerika melainkan adalah kita shifting," ujarnya dalam konferensi pers paparan kinerja Pertamina 2024, Jumat (13/6/2025).
2 Juli 2025 - Indonesia Kirim Tawaran Kedua ke AS
Menko Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah menyampaikan second offer atau tawaran lanjutan dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Ia menegaskan hal ini menjelang tenggat waktu 9 Juli 2025, yang sebelumnya disebut sebagai batas akhir negosiasi dagang antara AS dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia.“Terkait dengan Amerika Serikat, Indonesia sudah memberikan second offer seperti yang saya sudah sampaikan dan second offer ini sudah diterima oleh USTR dan sudah direview,” ujar Airlangga di kantornya, Rabu (2/7/2025).
3 Juli 2025 - Indonesia Siapkan MoU Pembelian Produk AS Senilai USD34 Miliar
Indonesia telah menyusun berbagai skema pembelian produk dari AS yang nilainya mencapai USD34 miliar atau setara Rp550,5 triliun (dengan kurs Rp16.192 per USD). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis dengan mitra dagang di Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari respons terhadap kebijakan tarif resiprokal dijadwalkan segera diteken.Baca Juga: Trump Tetap Kenakan Indonesia Tarif Impor 32%, Istana: Masih Ada Ruang Negosiasi
“Jadi tadi sudah dibahas tentang rencana Indonesia mengenai pembelian energi yang totalnya bisa mencapai USD15,5 miliar, kemudian terkait juga dengan pembelian barang agrikultur, dan juga terkait dengan rencana investasi termasuk didalamnya oleh BUMN dan Danantara,” ujar Airlangga usai rapat koordinasi bersama kementerian dan pelaku usaha, Kamis (3/7/2025).
7 Juli 2025 - Indonesia tetap kena tarif resiprokal 32%
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan, Indonesia tetap kena tarif resiprokal 32%. Hal ini terungkap dalam surat Trump kepada Presiden Prabowo Subianto yang diunggah di akun Truth Social.(akr)
Lihat Juga :