Trump Tuding BRICS Gerogoti Dolar AS, Ini Respons Tegas dari Negara Anggota

Rabu, 09 Juli 2025 - 16:25 WIB
loading...
A A A
Sementara, China memberikan respons lebih diplomatis. Dalam pernyataannya, Beijing menyebut bahwa perang dagang tidak menghasilkan pemenang, dan kebijakan proteksionisme hanya akan menghambat pertumbuhan global.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa dan Presiden Bolivia Luis Arce turut menyuarakan kekhawatiran, sedangkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh AS menyalahgunakan kekuatan hegemoniknya dalam sistem perdagangan global.

Dalam pernyataan bersama usai pertemuan dua hari di Brasil, para pemimpin BRICS, termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi, mengecam langkah-langkah tarif sepihak.

"Kami menyuarakan keprihatinan serius atas meningkatnya tindakan-tindakan tarif dan non-tarif unilateral yang mendistorsi perdagangan dan bertentangan dengan aturan WTO," bunyi pernyataan tersebut.

Meski tidak menyebut nama negara secara eksplisit, pernyataan itu tampak diarahkan kepada Trump. BRICS memperingatkan bahwa praktik tarif yang sembarangan dapat merusak perdagangan global, mengganggu rantai pasok, serta memperbesar ketimpangan ekonomi.

Blok ini juga mengecam serangan Israel dan AS terhadap Iran, yang kini menjadi anggota penuh BRICS. Mereka menilai serangan terhadap fasilitas nuklir damai sebagai pelanggaran hukum internasional. Selain itu, BRICS juga menyampaikan keprihatinan terhadap warga Palestina dan mengutuk aksi terorisme di Kashmir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Rekomendasi
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved