Harga Bitcoin Tembus Rekor Rp1,9 Miliar, Adopsi Lembaga Keuangan Meluas
Jum'at, 11 Juli 2025 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
Antony menyebutkan, penguatan harga Bitcoin didorong oleh sejumlah faktor struktural, antara lain regulasi yang lebih terbuka, kebijakan fiskal global, serta pengaruh narasi strategis dari tokoh industri dan pemerintahan.
Menariknya, IBIT milik BlackRock kini mencatatkan pendapatan tahunan dari biaya pengelolaan yang melampaui produk ETF unggulan mereka, yakni ETF S&P 500 (IVV). Hal ini memperlihatkan pergeseran tren investasi institusional ke arah aset digital.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Perusahaan teknologi asal Inggris, The Smarter Web Company, turut meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka menjadi 1.000 BTC. CEO perusahaan itu bahkan menyatakan komitmennya untuk menginspirasi perusahaan lain agar mulai mengelola dana kas berbasis aset digital.
Baca Juga: Investor Beralih ke Bitcoin saat Emas Terkoreksi dan The Fed Tahan Suku Bunga
Sementara, El Salvador terus konsisten dalam strategi akumulasi Bitcoin. Negara di Amerika Tengah tersebut kini memiliki lebih dari 6.232 BTC dengan keuntungan belum terealisasi yang mencapai USD400 juta.
Menurut Antony, tren ini menegaskan bahwa adopsi Bitcoin telah melampaui batas sektoral dan menyentuh dimensi geopolitik. “Negara, korporasi, dan individu kini berada di jalur yang sama—mencari alternatif yang tahan terhadap inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan disrupsi sistem keuangan tradisional,” paparnya.
Menariknya, IBIT milik BlackRock kini mencatatkan pendapatan tahunan dari biaya pengelolaan yang melampaui produk ETF unggulan mereka, yakni ETF S&P 500 (IVV). Hal ini memperlihatkan pergeseran tren investasi institusional ke arah aset digital.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Perusahaan teknologi asal Inggris, The Smarter Web Company, turut meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka menjadi 1.000 BTC. CEO perusahaan itu bahkan menyatakan komitmennya untuk menginspirasi perusahaan lain agar mulai mengelola dana kas berbasis aset digital.
Baca Juga: Investor Beralih ke Bitcoin saat Emas Terkoreksi dan The Fed Tahan Suku Bunga
Sementara, El Salvador terus konsisten dalam strategi akumulasi Bitcoin. Negara di Amerika Tengah tersebut kini memiliki lebih dari 6.232 BTC dengan keuntungan belum terealisasi yang mencapai USD400 juta.
Menurut Antony, tren ini menegaskan bahwa adopsi Bitcoin telah melampaui batas sektoral dan menyentuh dimensi geopolitik. “Negara, korporasi, dan individu kini berada di jalur yang sama—mencari alternatif yang tahan terhadap inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan disrupsi sistem keuangan tradisional,” paparnya.
Lihat Juga :