CBI Perkuat Strategi Data-Driven untuk Mitigasi Risiko Kredit di Lembaga Keuangan Non-Bank
Jum'at, 11 Juli 2025 - 21:08 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama LPPI, Heru Kristiyana menegaskan, pentingnya ketahanan industri di tengah ketidakpastian global. “Di era ketidakpastian saat ini, menjaga pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan bukan hanya soal ekspansi, tetapi juga soal memahami risiko lebih dalam dan mengambil keputusan berbasis data. Inilah waktu yang tepat bagi industri untuk membangun ketahanan melalui pendekatan yang lebih terukur dan kolaboratif,” ujarnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, CBI menghadirkan tiga solusi utama berbasis teknologi dan data:
-Income Predictor
Memprediksi estimasi pendapatan calon debitur bahkan tanpa slip gaji — ideal untuk segmen pekerja informal dan gig economy. Tujuannya untuk meningkatkan akurasi proses underwriting dan memperluas akses kredit.
-Portfolio Alerts
Sebagai bagian dari upaya memperkuat proses monitoring risiko kredit, CBI juga tengah mempersiapkan solusi terbaru bernama Portfolio Alerts — sebuah sistem pemantauan portofolio berbasis notifikasi real-time yang dirancang untuk membantu lembaga keuangan mendeteksi potensi risiko secara dini.
Solusi ini memberikan peringatan otomatis saat terjadi penurunan skor kredit, keterlambatan pembayaran, atau munculnya fasilitas kredit baru pada portofolio nasabah. Dengan pendekatan ini, tim risiko dan collection dapat merespons lebih cepat, akurat dan secara proaktif.
Dari Onboarding hingga Monitoring: Mendorong Efisiensi dan Keakuratan Keputusan Kredit
Dalam sesi utama CBI berkesempatan menjadi narasumber dan mengangkat topik yang bertajuk “Strategi Data-Driven untuk Mitigasi Risiko & Peningkatan Kinerja Kredit di Lembaga Keuangan Non-Bank”, Direktur Utama CBI, Anton K. Adiwibowo, menyoroti tantangan lapangan yang dihadapi lembaga keuangan: sulitnya menilai kelayakan kredit calon debitur, proses tracing data yang lambat dan manual, serta pendekatan monitoring portofolio yang masih bersifat reaktif.Untuk menjawab tantangan tersebut, CBI menghadirkan tiga solusi utama berbasis teknologi dan data:
-Income Predictor
Memprediksi estimasi pendapatan calon debitur bahkan tanpa slip gaji — ideal untuk segmen pekerja informal dan gig economy. Tujuannya untuk meningkatkan akurasi proses underwriting dan memperluas akses kredit.
-Portfolio Alerts
Sebagai bagian dari upaya memperkuat proses monitoring risiko kredit, CBI juga tengah mempersiapkan solusi terbaru bernama Portfolio Alerts — sebuah sistem pemantauan portofolio berbasis notifikasi real-time yang dirancang untuk membantu lembaga keuangan mendeteksi potensi risiko secara dini.
Solusi ini memberikan peringatan otomatis saat terjadi penurunan skor kredit, keterlambatan pembayaran, atau munculnya fasilitas kredit baru pada portofolio nasabah. Dengan pendekatan ini, tim risiko dan collection dapat merespons lebih cepat, akurat dan secara proaktif.
Lihat Juga :