CBI Perkuat Strategi Data-Driven untuk Mitigasi Risiko Kredit di Lembaga Keuangan Non-Bank
Jum'at, 11 Juli 2025 - 21:08 WIB
loading...
CBI hadirkan solusi di tengah tantangan yang dihadapi lembaga keuangan: sulitnya menilai kelayakan kredit calon debitur, proses tracing data lambat dan manual, serta pendekatan monitoring portofolio yang reaktif. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Dalam forum tahunan The 7th Indonesia Financial Sector Outlook (IFSO) 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Credit Bureau Indonesia (CBI) menegaskan komitmennya untuk mendukung lembaga keuangan non-bank dalam menghadapi dinamika risiko dan tantangan efisiensi melalui pendekatan berbasis data.
Acara yang berlangsung di Auditorium Rachmat Saleh, LPPI Kemang ini dihadiri oleh pelaku industri pembiayaan , asuransi, hingga perbankan, dan dibuka oleh Direktur Utama LPPI, Heru Kristiyana, serta menghadirkan keynote speaker Sumarjono, Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Kementerian UMKM Gandeng CBI SME Bureau Perluas Akses Pembiayaan
Dalam pemaparannya, Sumarjono menekankan, pentingnya kesiapan industri dalam merespons enam isu strategis sebagaimana tercantum dalam Strategic Plan & Financial Outlook 2022–2024 dan Roadmap Jasa Keuangan 2023–2024, termasuk percepatan adopsi inovasi digital berbasis teknologi seperti AI, machine learning, big data hingga blockchain.
Menurutnya, teknologi ini membuka peluang efisiensi baru-mulai dari underwriting yang lebih cepat dan presisi, hingga klaim otomasi dan prediksi risiko berbasis perilaku.
Acara yang berlangsung di Auditorium Rachmat Saleh, LPPI Kemang ini dihadiri oleh pelaku industri pembiayaan , asuransi, hingga perbankan, dan dibuka oleh Direktur Utama LPPI, Heru Kristiyana, serta menghadirkan keynote speaker Sumarjono, Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Kementerian UMKM Gandeng CBI SME Bureau Perluas Akses Pembiayaan
Dalam pemaparannya, Sumarjono menekankan, pentingnya kesiapan industri dalam merespons enam isu strategis sebagaimana tercantum dalam Strategic Plan & Financial Outlook 2022–2024 dan Roadmap Jasa Keuangan 2023–2024, termasuk percepatan adopsi inovasi digital berbasis teknologi seperti AI, machine learning, big data hingga blockchain.
Menurutnya, teknologi ini membuka peluang efisiensi baru-mulai dari underwriting yang lebih cepat dan presisi, hingga klaim otomasi dan prediksi risiko berbasis perilaku.
Lihat Juga :