Setelah 10 Tahun Negosiasi, Indonesia-Uni Eropa Capai Kesepakatan Perdagangan Bebas

Senin, 14 Juli 2025 - 08:21 WIB
loading...
Setelah 10 Tahun Negosiasi,...
Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan prinsip dalam perjanjian perdagangan bebas yang dibingkai dalam Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Setelah melewati proses negosiasi selama satu dekade, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan prinsip dalam perjanjian perdagangan bebas yang dibingkai dalam Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Kesepakatan bersejarah ini diumumkan dalam pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussels, Belgia, Minggu (13/7). Keduanya menyatakan kesepahaman politik atas perjanjian yang akan membuka era baru hubungan dagang dan investasi kedua pihak.

"Saya pikir ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa. Hari ini kita telah mencapai sebuah terobosan. Setelah 10 tahun negosiasi, kita menyepakati perjanjian kemitraan ekonomi yang komprehensif," kata Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama.

Baca Juga: Kunjungan Prabowo ke Uni Eropa Berbuah Manis, Syarat Visa Schengen Multi-Entry bagi WNI Dipermudah

Menurut Prabowo, kesepakatan CEPA mengakomodasi kepentingan ekonomi kedua belah pihak dan diyakini akan memberikan manfaat strategis yang saling menguntungkan. Ia menyoroti posisi Eropa sebagai pemimpin di bidang sains, teknologi, dan keuangan, sementara Indonesia kaya akan sumber daya strategis.

"Kemitraan antara Eropa dan Indonesia, yang juga bagian dari ASEAN, akan menjadi kontribusi sangat penting bagi stabilitas ekonomi dan geopolitik dunia," ujarnya dalam keterangan pers, Senin (14/7).

Prabowo juga berharap agar implementasi dari kesepakatan ini bisa segera dilaksanakan dan menandai babak baru hubungan ekonomi yang lebih erat. Ia bahkan menyampaikan keinginan agar penandatanganan perjanjian implementatif bisa kembali dilakukan di Brussels. "Kami ingin melihat Eropa yang lebih kuat dan kami ingin bekerja sama dengan Eropa," tegasnya.

Sementara, Ursula von der Leyen menyambut positif terobosan tersebut dan menyebutnya sebagai peluang emas bagi kedua pihak. Ia menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu ekonomi terbesar di dunia dengan produk domestik bruto (PDB) mencapai 1,2 triliun euro.

"Indonesia juga merupakan pemasok utama berbagai barang penting untuk transisi digital dan ramah lingkungan di Eropa," ungkap Ursula.

Baca Juga: Perang Dagang Makin Sengit, Trump Siapkan Tarif Impor 30% untuk Eropa dan Meksiko

CEPA, lanjutnya, akan membuka pasar baru dan memperkuat rantai pasok bahan baku strategis. Perjanjian ini juga akan menciptakan peluang besar di sektor industri, pertanian, otomotif, serta jasa.

Dengan penduduk gabungan mencapai 730 juta jiwa, Uni Eropa dan Indonesia memiliki potensi hubungan dagang yang belum tergali sepenuhnya. Ursula mencatat bahwa saat ini Indonesia masih menjadi mitra dagang kelima Uni Eropa di kawasan ASEAN, dan penerima investasi langsung asing kelima terbesar dari Uni Eropa.

"Oleh karena itu, perjanjian ini hadir pada waktu yang sangat tepat dan akan memperkuat posisi kita dalam peta ekonomi global," tandasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Rekomendasi
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Berita Terkini
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved