China Satset Cari Pasar Baru, Surplus Perdagangan Melesat Tembus Rp1.868 Triliun

Senin, 14 Juli 2025 - 21:53 WIB
loading...
A A A
Peningkatan ekspor didorong oleh pengiriman ke negara-negara di luar Amerika Serikat. Ekspor dan impor dari dan ke AS justru menurun masing-masing sebesar 16,1 persen dan 15,5 persen. Namun, penurunan ini tidak separah penurunan Mei yang masing-masing mencapai 34,5 persen dan 18,1 persen.

Hubungan dagang kedua negara sempat membaik setelah kesepakatan gencatan senjata tarif dicapai pada awal Mei. Perundingan antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer dengan delegasi China di Jenewa menghasilkan kesepakatan untuk menurunkan tarif dan menyusun kerangka negosiasi lanjutan.

Namun, gencatan ini dijadwalkan berakhir pada 12 Agustus, dan kedua belah pihak masih saling tuding melanggar ketentuan. Di luar janji peningkatan ekspor logam tanah jarang oleh China dan pengurangan pembatasan perdagangan oleh AS, belum ada terobosan berarti dalam negosiasi lanjutan.

Profesor Bisnis dan Ekonomi China di Columbia Business School, Shang-Jin Wei, mengatakan, percepatan ekspor menjelang tenggat tarif menjadi faktor utama meningkatnya surplus perdagangan. Ia menambahkan bahwa konsumsi domestik China yang masih lemah turut memengaruhi rendahnya angka impor.

Sementara, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini meneken kesepakatan dengan Vietnam yang menetapkan tarif 20 persen atas barang impor dari negara tersebut. Namun, tarif 40 persen akan dikenakan pada produk yang diyakini dialihkan dari China ke AS melalui Vietnam. Para pakar menilai celah ini bisa merusak efektivitas tarif terhadap China dan menambah tekanan pada eksportir Tiongkok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Kapal Perang China Tembaki...
Kapal Perang China Tembaki Armada Angkatan Laut Selandia Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved