Semangat Dedolarisasi Makin Kuat, Rusia Desak BRICS Tinggalkan Sistem Keuangan Barat
Selasa, 15 Juli 2025 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Rusia kini aktif menjalin perjanjian dagang baru dengan anggota BRICS dengan syarat mempercepat agenda dedolarisasi. China dan Iran diprediksi akan mendukung penuh kebijakan ini. Sementara, India, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab diperkirakan masih bersikap hati-hati. Ketiga negara tersebut masih mengandalkan aset dalam dolar AS untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Bruto (PDB) mereka.
Baca Juga: Trump Ultimatum Rusia: Akhiri Perang Ukraina atau Dihajar Tarif 100%!
Langkah Rusia ini semakin mempertegas upaya BRICS menciptakan sistem keuangan alternatif di luar kendali Barat. Dedolarisasi dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk mengurangi kerentanan ekonomi terhadap tekanan politik dan sanksi AS.
Pemerintah Putin terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara BRICS dan sekutunya, termasuk melalui penggunaan mekanisme pembayaran berbasis mata uang lokal. Rusia dan BRICS melalui komitmen ini siap mengubah lanskap keuangan global, meski banyak tantangan dari negara-negara BRICS yang masih bergantung pada dolar AS.
Baca Juga: Trump Ultimatum Rusia: Akhiri Perang Ukraina atau Dihajar Tarif 100%!
Langkah Rusia ini semakin mempertegas upaya BRICS menciptakan sistem keuangan alternatif di luar kendali Barat. Dedolarisasi dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk mengurangi kerentanan ekonomi terhadap tekanan politik dan sanksi AS.
Pemerintah Putin terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara BRICS dan sekutunya, termasuk melalui penggunaan mekanisme pembayaran berbasis mata uang lokal. Rusia dan BRICS melalui komitmen ini siap mengubah lanskap keuangan global, meski banyak tantangan dari negara-negara BRICS yang masih bergantung pada dolar AS.
(nng)
Lihat Juga :