Naik 37%, Jasindo Catatkan Pendapatan Premi Rp2,43 Triliun
Selasa, 15 Juli 2025 - 16:15 WIB
loading...
Jasindo mencatatkan pertumbuhan kinerja impresif sepanjang semester I-2025. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mencatatkan pertumbuhan kinerja impresif semester I-2025. Perusahaan membukukan pendapatan premi sebesar Rp2,43 triliun hingga akhir Juni 2025, naik 36,98% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,77 triliun.
Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema, menyampaikan bahwa pertumbuhan premi yang kuat mencerminkan strategi bisnis yang agresif namun selektif. Hal ini didukung oleh meningkatnya kepercayaan pasar terhadap produk dan layanan Jasindo.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Bukukan Pendapatan Iuran Naik 9% Jadi Rp165,3 Triliun di 2024
Menurutnya, keberhasilan ini juga ditopang oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam bisnis dan penguatan mitigasi risiko melalui praktik underwriting yang prudent serta penyesuaian profil risiko secara terukur.
"Peningkatan kinerja tidak terlepas dari transformasi menyeluruh yang dilakukan Jasindo sejak 2021 di seluruh lini bisnis dan operasional," kata Brellian dalam pernyataannya, Selasa (15/7).
Lonjakan tersebut ditopang oleh peningkatan premi hampir di seluruh lini bisnis utama. Produk asuransi rekayasa (engineering) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 301,57% year-on-year (YoY) menjadi Rp216,76 miliar, dari sebelumnya Rp53,98 miliar pada Juni 2024.
Pertumbuhan signifikan juga tercatat pada lini Personal Accident yang melonjak 77,16 persen menjadi Rp1,51 miliar. Sementara itu, lini Cargo naik 38,74 persen menjadi Rp34,43 miliar dan lini Property tumbuh 23,67% menjadi Rp549,35 miliar.
Kinerja lini bisnis Energy turut mengalami peningkatan. Segmen Offshore naik 7,95 persen menjadi Rp409,13 miliar, sedangkan Onshore meningkat 19,90% menjadi Rp86,02 miliar. Adapun lini Liability atau tanggung gugat mencatat pertumbuhan tipis sebesar 0,69%.
Jasindo juga mencatat peningkatan hasil underwriting sebesar 20,02% menjadi Rp252,03 miliar. Di sisi lain, hasil investasi perusahaan naik tipis 2,75 persen secara tahunan menjadi Rp132,45 miliar.
Baca Juga: Pertama Kalinya, Pendapatan Bea Cukai AS Tembus Rp1.621 Triliun Imbas Kebijakan Tarif Trump
Brellian juga menyoroti pentingnya tata kelola perusahaan yang baik, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi dalam menjaga pertumbuhan jangka panjang yang sehat dan berkelanjutan.
Salah satu upaya nyata ialah implementasi program Strategi Anti-Fraud yang disosialisasikan kepada seluruh karyawan sebagai bagian dari penguatan pengendalian internal dan pencegahan risiko operasional. Ia menegaskan tindakan fraud bukan hanya merugikan perusahaan, tapi juga membahayakan kepentingan nasabah.
"Penerapan strategi anti-fraud bukan hanya kewajiban internal, tapi juga bentuk komitmen Jasindo dalam menjaga kepercayaan dan memberikan perlindungan maksimal kepada para Tertanggung," ujar Brellian.
Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema, menyampaikan bahwa pertumbuhan premi yang kuat mencerminkan strategi bisnis yang agresif namun selektif. Hal ini didukung oleh meningkatnya kepercayaan pasar terhadap produk dan layanan Jasindo.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Bukukan Pendapatan Iuran Naik 9% Jadi Rp165,3 Triliun di 2024
Menurutnya, keberhasilan ini juga ditopang oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam bisnis dan penguatan mitigasi risiko melalui praktik underwriting yang prudent serta penyesuaian profil risiko secara terukur.
"Peningkatan kinerja tidak terlepas dari transformasi menyeluruh yang dilakukan Jasindo sejak 2021 di seluruh lini bisnis dan operasional," kata Brellian dalam pernyataannya, Selasa (15/7).
Lonjakan tersebut ditopang oleh peningkatan premi hampir di seluruh lini bisnis utama. Produk asuransi rekayasa (engineering) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 301,57% year-on-year (YoY) menjadi Rp216,76 miliar, dari sebelumnya Rp53,98 miliar pada Juni 2024.
Pertumbuhan signifikan juga tercatat pada lini Personal Accident yang melonjak 77,16 persen menjadi Rp1,51 miliar. Sementara itu, lini Cargo naik 38,74 persen menjadi Rp34,43 miliar dan lini Property tumbuh 23,67% menjadi Rp549,35 miliar.
Kinerja lini bisnis Energy turut mengalami peningkatan. Segmen Offshore naik 7,95 persen menjadi Rp409,13 miliar, sedangkan Onshore meningkat 19,90% menjadi Rp86,02 miliar. Adapun lini Liability atau tanggung gugat mencatat pertumbuhan tipis sebesar 0,69%.
Jasindo juga mencatat peningkatan hasil underwriting sebesar 20,02% menjadi Rp252,03 miliar. Di sisi lain, hasil investasi perusahaan naik tipis 2,75 persen secara tahunan menjadi Rp132,45 miliar.
Baca Juga: Pertama Kalinya, Pendapatan Bea Cukai AS Tembus Rp1.621 Triliun Imbas Kebijakan Tarif Trump
Brellian juga menyoroti pentingnya tata kelola perusahaan yang baik, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi dalam menjaga pertumbuhan jangka panjang yang sehat dan berkelanjutan.
Salah satu upaya nyata ialah implementasi program Strategi Anti-Fraud yang disosialisasikan kepada seluruh karyawan sebagai bagian dari penguatan pengendalian internal dan pencegahan risiko operasional. Ia menegaskan tindakan fraud bukan hanya merugikan perusahaan, tapi juga membahayakan kepentingan nasabah.
"Penerapan strategi anti-fraud bukan hanya kewajiban internal, tapi juga bentuk komitmen Jasindo dalam menjaga kepercayaan dan memberikan perlindungan maksimal kepada para Tertanggung," ujar Brellian.
(nng)
Lihat Juga :