Trump Resmi Kenakan Tarif Impor Indonesia 19%, Ini Imbalan yang Diberikan ke AS

Rabu, 16 Juli 2025 - 07:26 WIB
loading...
Trump Resmi Kenakan...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan kesepakatan dagang baru dengan Indonesia mencakup pengenaan tarif impor baru. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan kesepakatan dagang baru dengan Indonesia mencakup pengenaan tarif sebesar 19% terhadap barang-barang ekspor dari Indonesia. Pengumuman ini disampaikan melalui platform Truth Social pada Selasa (16/5), setelah melakukan pembicaraan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Trump mengklaim kesepakatan tersebut telah "difinalisasi" meskipun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk tidak mengenakan tarif terhadap barang-barang ekspor AS, sementara AS akan mengenakan tarif 19% terhadap ekspor Indonesia ke pasar Amerika.

Trump juga mengungkapkan bahwa Indonesia sepakat untuk membeli energi asal AS senilai USD15 miliar, produk pertanian senilai USD4,5 miliar, serta 50 unit pesawat Boeing, sebagian besar tipe 777. "Indonesia dikenal sebagai negara penghasil tembaga berkualitas tinggi, dan kami akan memanfaatkannya," ujar Trump dikutip dari CNN, Rabu (16/7).

Baca Juga: Pertama Kalinya, Pendapatan Bea Cukai AS Tembus Rp1.621 Triliun Imbas Kebijakan Tarif Trump

Pernyataan ini menunjukkan komoditas tembaga dari Indonesia akan mendapatkan pengecualian tarif atau dikenakan tarif yang lebih rendah, terutama jika Trump melanjutkan ancamannya untuk menetapkan tarif 50% terhadap seluruh impor tembaga mulai 1 Agustus mendatang. Data dari Departemen Perdagangan AS mencatat bahwa Indonesia mengekspor tembaga senilai USD20 juta dolar ke AS pada tahun lalu, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan Chile dan Kanada.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menegaskan, tidak ada tarif bagi Indonesia, sementara mereka akan membayar tarif di AS. "Kami membalik ketimpangan itu," katanya dalam wawancara dengan CNBC.

Trump juga menyebutkan India sedang dalam proses menyelesaikan kesepakatan dagang serupa. Sebelumnya, AS memberlakukan tarif 32% terhadap barang-barang dari India, yang kemudian diturunkan menjadi tarif minimum 10% hingga 1 Agustus mendatang.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menulis, "Kesepakatan hebat untuk semua pihak baru saja disepakati dengan Indonesia. Saya langsung bernegosiasi dengan Presiden mereka yang sangat dihormati. RINCIAN MENYUSUL!!!"

Pengumuman ini menjadi kesepakatan dagang keempat yang dilakukan Trump dalam tiga bulan terakhir. Meskipun Trump menjanjikan puluhan kesepakatan dengan mitra dagang AS, realisasinya masih terbatas. Salah satu kesepakatan yang diumumkan sebelumnya adalah dengan Vietnam, namun hingga kini belum ada rincian lebih lanjut dari pemerintah AS.

Kebijakan dagang Trump yang sering berubah telah menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha. Banyak perusahaan khawatir bahwa pesanan baru dari luar negeri dapat dikenakan tarif tinggi sewaktu-waktu, mengingat Trump memiliki kewenangan untuk mengubah tarif secara sepihak.

Baca Juga: Iran Tak Percaya dengan Gencatan Senjata Israel dan Siap Perang Lagi

Trump berpendapat perusahaan sebaiknya memindahkan produksi mereka ke AS untuk menghindari risiko tarif. Namun, proses tersebut tidaklah mudah, karena banyak perusahaan menghadapi kesulitan dalam mencari tenaga kerja terampil dan memerlukan waktu serta biaya besar untuk membangun fasilitas produksi baru. Biaya produksi yang lebih tinggi di dalam negeri juga berpotensi mendorong kenaikan harga bagi konsumen AS.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Indonesia belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman tersebut. Data dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-23 bagi Amerika Serikat. Tahun lalu, AS mengimpor barang senilai USD28 miliar dari Indonesia, dengan pakaian dan alas kaki sebagai dua produk utama. Sementara itu, ekspor AS ke Indonesia tercatat sebesar USD10 miliar, terutama berupa biji-bijian, hasil pertanian, serta minyak dan gas.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Rekomendasi
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Berita Terkini
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved