BRICS Diserang Tarif Tinggi, India Ambil Sikap Lawan Proteksionisme AS

Kamis, 17 Juli 2025 - 07:49 WIB
loading...
A A A
Proposal perdagangan India dengan nilai USD150 hingga USD200 miliar kini berada di tengah ketidakpastian. Dikutip dari Watcher Guru, India telah menyatakan tidak akan memberikan konsesi lebih lanjut, menunjukkan sikap tegas menghadapi tekanan negosiasi dari Washington.

Baca Juga: Trump Ogah Bayar Utang AS Rp594.000 Triliun, Negara-negara Ini Paling Dirugikan

Skenario ini dinilai dapat mempercepat strategi diversifikasi perdagangan dengan mendorong negara-negara BRICS untuk lebih memperkuat transaksi lintas batas dalam mata uang lokal, sebagai langkah mengurangi dominasi sistem dolar dalam hubungan ekonomi global.

Nasionalisme ekonomi Amerika Serikat yang semakin kentara ini diyakini akan mempengaruhi tatanan perdagangan dunia, menuntut negara berkembang termasuk Indonesia untuk terus mewaspadai dampak lanjutan terhadap stabilitas ekonomi nasionalnya. Pada akhirnya, kebijakan tarif tinggi seperti yang diberlakukan Trump berpotensi menjadi pedang bermata dua, bukan tidak mungkin justru menurunkan daya saing ekonomi AS sendiri serta menumbuhkan aliansi ekonomi baru di luar cengkeraman dolar.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Rekomendasi
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Pemain Inggris Tolak...
Pemain Inggris Tolak Jabat Tangan Thomas Partey di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved