Perprindo Komitmen Perkuat Sinergi Kembangkan Industri Pendingin Ramah Lingkungan
Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:59 WIB
loading...
Musyawarah Nasional (Munas) I Perperindo yang digelar di Jakarta, Selasa (16/7). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) menegaskan komitmennya untuk memperluas sinergi dengan pemerintah dalam pengembangan industri mesin pendingin dan tata udara. Hal itu mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, sertifikasi profesi, hingga dukungan terhadap target netral karbon nasional.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) I Perprindo yang digelar di Jakarta, Selasa (16/7). Forum ini dihadiri perwakilan lima kementerian dan asosiasi pelaku industri pendingin, serta diwarnai peluncuran program-program strategis.
Ketua Perprindo terpilih periode 2025–2030, Budi Mulia, menyebut sinergi dengan pemerintah menjadi landasan utama program kerja asosiasi ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong daya saing tenaga ahli melalui pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
"Dengan pembentukan LSP, kami ingin mempercepat peningkatan kompetensi nasional bagi teknisi dan mitra industri. Ini bentuk nyata dukungan Perprindo terhadap agenda pembangunan SDM dan industri berkelanjutan," kata Budi Mulia dalam pernyataannya, Jumat (18/7).
Baca Juga: Nissan Akan Tutup Pabrik Ikonik Oppama pada Maret 2028
Ia menambahkan, Perperindo juga akan memperkuat kemitraan dengan Kementerian Pendidikan, khususnya pendidikan vokasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani dunia pendidikan dan industri melalui program pelatihan, magang, hingga sertifikasi berbasis kebutuhan riil lapangan.
Dari sisi regulasi dan industri, Perprindo menyatakan siap bersinergi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian ESDM, Kementerian LHK, dan kementerian lain untuk mendukung penguatan ekosistem pendingin nasional yang efisien dan ramah lingkungan.
Tak hanya itu, Perperindo juga menyiapkan langkah penguatan internal organisasi. Sekretaris Jenderal Perprindo Andy Arif Widjaja menyebut pihaknya akan membuka ruang diskusi dan kajian rutin antaranggota untuk menjawab dinamika pasar dan perkembangan teknologi pendingin.
"Perperindo tidak hanya menjadi wadah pelaku industri, tapi juga akan menjadi motor penggerak kegiatan yang memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," kata Andy.
Baca Juga: BRImo SIP Padel League 2025: Upaya BRI Hadirkan Gaya Hidup Sehat untuk Generasi Urban
Budi menekankan pentingnya kontribusi asosiasi terhadap pembangunan nasional. Munas I Perprindo ini sekaligus menjadi penanda arah baru asosiasi menuju penguatan peran strategis di bidang industri pendingin, dengan menitikberatkan pada aspek kompetensi, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor.
"Kami ingin Perpeindo hadir tidak semata-mata untuk anggotanya, tetapi juga memberi nilai lebih bagi kemajuan industri nasional dan kesejahteraan masyarakat," tutup Andy.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) I Perprindo yang digelar di Jakarta, Selasa (16/7). Forum ini dihadiri perwakilan lima kementerian dan asosiasi pelaku industri pendingin, serta diwarnai peluncuran program-program strategis.
Ketua Perprindo terpilih periode 2025–2030, Budi Mulia, menyebut sinergi dengan pemerintah menjadi landasan utama program kerja asosiasi ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong daya saing tenaga ahli melalui pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
"Dengan pembentukan LSP, kami ingin mempercepat peningkatan kompetensi nasional bagi teknisi dan mitra industri. Ini bentuk nyata dukungan Perprindo terhadap agenda pembangunan SDM dan industri berkelanjutan," kata Budi Mulia dalam pernyataannya, Jumat (18/7).
Baca Juga: Nissan Akan Tutup Pabrik Ikonik Oppama pada Maret 2028
Ia menambahkan, Perperindo juga akan memperkuat kemitraan dengan Kementerian Pendidikan, khususnya pendidikan vokasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani dunia pendidikan dan industri melalui program pelatihan, magang, hingga sertifikasi berbasis kebutuhan riil lapangan.
Dari sisi regulasi dan industri, Perprindo menyatakan siap bersinergi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian ESDM, Kementerian LHK, dan kementerian lain untuk mendukung penguatan ekosistem pendingin nasional yang efisien dan ramah lingkungan.
Tak hanya itu, Perperindo juga menyiapkan langkah penguatan internal organisasi. Sekretaris Jenderal Perprindo Andy Arif Widjaja menyebut pihaknya akan membuka ruang diskusi dan kajian rutin antaranggota untuk menjawab dinamika pasar dan perkembangan teknologi pendingin.
"Perperindo tidak hanya menjadi wadah pelaku industri, tapi juga akan menjadi motor penggerak kegiatan yang memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," kata Andy.
Baca Juga: BRImo SIP Padel League 2025: Upaya BRI Hadirkan Gaya Hidup Sehat untuk Generasi Urban
Budi menekankan pentingnya kontribusi asosiasi terhadap pembangunan nasional. Munas I Perprindo ini sekaligus menjadi penanda arah baru asosiasi menuju penguatan peran strategis di bidang industri pendingin, dengan menitikberatkan pada aspek kompetensi, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor.
"Kami ingin Perpeindo hadir tidak semata-mata untuk anggotanya, tetapi juga memberi nilai lebih bagi kemajuan industri nasional dan kesejahteraan masyarakat," tutup Andy.
(nng)
Lihat Juga :