Gelar Fintech Lending Days 2025, AFPI Perluas Literasi dan Akses Pembiayaan di Indonesia Timur
Sabtu, 19 Juli 2025 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 15 Fintech P2P Lending Belum Penuhi Modal Minimum Rp12,5 Miliar Jelang Deadline Juli
Selain memperkenalkan layanan pindar melalui sesi pameran dan talk show, FLD 2025 juga secara aktif menjaring aspirasi pelaku usaha lokal melalui kegiatan UMKM Visit.
Dalam agenda ini, AFPI bersama sejumlah platform Pindar mengunjungi dua UMKM berbasis industri rumahan di Sorong untuk mendengar langsung tantangan dan kebutuhan mereka terkait akses pembiayaan. Dari sisi penyelenggara layanan pindar, UMKM Visit juga menjadi sarana untuk menjelaskan secara langsung bagaimana layanan Pindar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha mikro.
Interaksi dua arah ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan informasi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara pelaku usaha lokal dan penyedia layanan. Fokus utama FLD 2025 dalam mendukung pertumbuhan UMKM lokal Sorong, turut mendapat apresiasi dari Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Elisa Kambu.
Langkah AFPI sebagai asosiasi yang pertama hadir di Papua Barat Daya ini, menurut dia, merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antara pelaku usaha untuk mendukung inklusi keuangan di daerah.
"Kami di Papua Barat Daya percaya bahwa literasi dan inklusi keuangan bukan hanya tentang pemahaman, tetapi tentang pemberdayaan. Oleh karena itu, kami mendukung penuh kehadiran Pindar sebagai alternatif pembiayaan yang aman serta bertanggung jawab. Kami juga berharap solusi seperti ini terus berkembang untuk menjangkau seluruh pelosok Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah 3T," ujar Elisa.
Selain memperkenalkan layanan pindar melalui sesi pameran dan talk show, FLD 2025 juga secara aktif menjaring aspirasi pelaku usaha lokal melalui kegiatan UMKM Visit.
Dalam agenda ini, AFPI bersama sejumlah platform Pindar mengunjungi dua UMKM berbasis industri rumahan di Sorong untuk mendengar langsung tantangan dan kebutuhan mereka terkait akses pembiayaan. Dari sisi penyelenggara layanan pindar, UMKM Visit juga menjadi sarana untuk menjelaskan secara langsung bagaimana layanan Pindar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha mikro.
Interaksi dua arah ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan informasi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara pelaku usaha lokal dan penyedia layanan. Fokus utama FLD 2025 dalam mendukung pertumbuhan UMKM lokal Sorong, turut mendapat apresiasi dari Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Elisa Kambu.
Langkah AFPI sebagai asosiasi yang pertama hadir di Papua Barat Daya ini, menurut dia, merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antara pelaku usaha untuk mendukung inklusi keuangan di daerah.
"Kami di Papua Barat Daya percaya bahwa literasi dan inklusi keuangan bukan hanya tentang pemahaman, tetapi tentang pemberdayaan. Oleh karena itu, kami mendukung penuh kehadiran Pindar sebagai alternatif pembiayaan yang aman serta bertanggung jawab. Kami juga berharap solusi seperti ini terus berkembang untuk menjangkau seluruh pelosok Indonesia, termasuk di wilayah-wilayah 3T," ujar Elisa.
Lihat Juga :