PHE ONWJ Lanjutkan Proyek Peremajaan Jalur Pipa Bawah Laut, Target Rampung 2026
Senin, 21 Juli 2025 - 17:50 WIB
loading...
Aktivitas peremajaan jalur pipa migas PHE ONWJ di Anjungan UWA. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) akan melanjutkan proyek peningkatan fasilitas pipa bawah laut sepanjang ±22,52 km. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan distribusi migas dari lepas pantai menuju fasilitas pengolahan utama melalui aktivitas Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP).
Sebagai langkah awal, PHE ONWJ menggelar kick-off meeting untuk kontrak EPCI Proyek Pipa 2025 (UWJ-B1C, FK-FC, EF-EA) pada akhir Juni lalu.
"Proyek strategis ini merupakan upaya PHE ONWJ untuk mengoperasikan fasilitas hulu migas yang tua dan penuh risiko dengan lebih aman, selamat, dan andal," ujar General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama dalam pernyataannya, Senin (21/7).
Baca Juga: Petronas Bakal PHK 5.000 Karyawan, Guncangan Besar Industri Migas
Jalur pipa alir eksisting FK-FU-FC, yang berdiameter 12 inci, mengalirkan hasil produksi migas dengan total produksi 963 BOPD, 1.671 BLPD, 664 MSCFD gas, dan 2.399 MDCFD. Untuk memastikan keandalan, keamanan, dan keselamatan produksi, jaringan pipa ini akan diganti dengan pipa baru berdiameter 8 inci sepanjang ±4,07 km yang dipasang di kedalaman 33 hingga 35 meter.
Selain itu, jalur pipa UWJ-B1C yang berdiameter 12 inci dan telah beroperasi sejak 1986 juga termasuk dalam rencana penggantian. Jalur ini menghubungkan delapan platform (UA, UB, UC, UXA, UYA, ULA, UWA, JJA, dan KA) dengan panjang ±16,97 km, mencatatkan aliran hasil produksi hingga 2.671 BOPD dan 6,9 MMSCFD, serta menyimpan potensi cadangan hingga 3.344 MBO dan 5.904 MMSCF. Usia fasilitas yang tua menjadikan jalur pipa UWJ-B1C sebagai prioritas utama dalam proyek PRRP.
Faktor usia dan tekanan operasi menjadikan peremajaan jalur pipa EF-EPRO sebagai prioritas. Jalur ini berdiameter 6 inci dan panjang ±1,48 km, telah beroperasi selama 40 tahun, dan mengalirkan hasil produksi 7.600 BFPD dan 800 BOPD.
Baca Juga: Bahlil Tawarkan Rusia Garap Ladang Migas di Indonesia
Ketiga jalur pipa vital ini berada di area strategis Lapangan FOXTROT, UNIFORM, BRAVO, dan ECHO. Penggantian ketiga jalur pipa ini ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2026.
"Langkah ini membuktikan komitmen PHE ONWJ dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi domestik, sekaligus mencegah potensi kerugian operasional dan lingkungan di masa depan," tutup Muzwir.
Sebelumnya, PHE ONWJ telah berhasil melakukan peremajaan dan penggantian tiga jalur pipa sepanjang 22,06 km yang menghubungkan anjungan UYA dengan UA, serta UA dengan UWJ, dan ESA dengan EPRO pada kuartal pertama 2025.
Sebagai langkah awal, PHE ONWJ menggelar kick-off meeting untuk kontrak EPCI Proyek Pipa 2025 (UWJ-B1C, FK-FC, EF-EA) pada akhir Juni lalu.
"Proyek strategis ini merupakan upaya PHE ONWJ untuk mengoperasikan fasilitas hulu migas yang tua dan penuh risiko dengan lebih aman, selamat, dan andal," ujar General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama dalam pernyataannya, Senin (21/7).
Baca Juga: Petronas Bakal PHK 5.000 Karyawan, Guncangan Besar Industri Migas
Jalur pipa alir eksisting FK-FU-FC, yang berdiameter 12 inci, mengalirkan hasil produksi migas dengan total produksi 963 BOPD, 1.671 BLPD, 664 MSCFD gas, dan 2.399 MDCFD. Untuk memastikan keandalan, keamanan, dan keselamatan produksi, jaringan pipa ini akan diganti dengan pipa baru berdiameter 8 inci sepanjang ±4,07 km yang dipasang di kedalaman 33 hingga 35 meter.
Selain itu, jalur pipa UWJ-B1C yang berdiameter 12 inci dan telah beroperasi sejak 1986 juga termasuk dalam rencana penggantian. Jalur ini menghubungkan delapan platform (UA, UB, UC, UXA, UYA, ULA, UWA, JJA, dan KA) dengan panjang ±16,97 km, mencatatkan aliran hasil produksi hingga 2.671 BOPD dan 6,9 MMSCFD, serta menyimpan potensi cadangan hingga 3.344 MBO dan 5.904 MMSCF. Usia fasilitas yang tua menjadikan jalur pipa UWJ-B1C sebagai prioritas utama dalam proyek PRRP.
Faktor usia dan tekanan operasi menjadikan peremajaan jalur pipa EF-EPRO sebagai prioritas. Jalur ini berdiameter 6 inci dan panjang ±1,48 km, telah beroperasi selama 40 tahun, dan mengalirkan hasil produksi 7.600 BFPD dan 800 BOPD.
Baca Juga: Bahlil Tawarkan Rusia Garap Ladang Migas di Indonesia
Ketiga jalur pipa vital ini berada di area strategis Lapangan FOXTROT, UNIFORM, BRAVO, dan ECHO. Penggantian ketiga jalur pipa ini ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2026.
"Langkah ini membuktikan komitmen PHE ONWJ dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi domestik, sekaligus mencegah potensi kerugian operasional dan lingkungan di masa depan," tutup Muzwir.
Sebelumnya, PHE ONWJ telah berhasil melakukan peremajaan dan penggantian tiga jalur pipa sepanjang 22,06 km yang menghubungkan anjungan UYA dengan UA, serta UA dengan UWJ, dan ESA dengan EPRO pada kuartal pertama 2025.
(nng)
Lihat Juga :