Pemerintah Tegaskan Tarif AS 19% untuk Indonesia Sudah Final dan Mengikat
Senin, 21 Juli 2025 - 19:44 WIB
loading...
A
A
A
Airlangga menjelaskan, dalam konteks tarif masuk berdasarkan skema Most Favoured Nation (MFN) dari total 11.555 pos tarif yang berlaku antara Indonesia dan AS, sekitar 12% telah memiliki bea masuk nol persen, dan sekitar 47% memiliki bea masuk sebesar 5%. "Amerika sejauh ini sudah mendapat 60% bea masuk di bawah 5%," ujarnya.
Pemerintah dengan perjanjian yang baru disepakati ini berupaya memperluas cakupan produk Indonesia yang mendapatkan bea masuk nol persen ke pasar AS. Ini sejalan dengan skema serupa dalam kerja sama dagang Indonesia dengan berbagai mitra strategis seperti ASEAN, China, Jepang, Uni Eropa, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Airlangga juga menekankan Indonesia dan AS telah menyelesaikan hambatan non-tarif atau non-tariff barriers yang selama ini menjadi kendala utama dalam perdagangan bilateral. Penyelesaian tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan joint statement yang jadwalnya akan diumumkan kemudian.
Baca Juga: Bahas Perang Tarif, Trump dan Xi Jinping Berpeluang Bertemu di Korsel
Terkait dengan pembelian produk dari AS, Airlangga menyampaikan, Indonesia telah mengimpor sejumlah komoditas dari negara tersebut, termasuk energi, gandum, dan kedelai.
Pemerintah dengan perjanjian yang baru disepakati ini berupaya memperluas cakupan produk Indonesia yang mendapatkan bea masuk nol persen ke pasar AS. Ini sejalan dengan skema serupa dalam kerja sama dagang Indonesia dengan berbagai mitra strategis seperti ASEAN, China, Jepang, Uni Eropa, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.
Airlangga juga menekankan Indonesia dan AS telah menyelesaikan hambatan non-tarif atau non-tariff barriers yang selama ini menjadi kendala utama dalam perdagangan bilateral. Penyelesaian tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan joint statement yang jadwalnya akan diumumkan kemudian.
Baca Juga: Bahas Perang Tarif, Trump dan Xi Jinping Berpeluang Bertemu di Korsel
Terkait dengan pembelian produk dari AS, Airlangga menyampaikan, Indonesia telah mengimpor sejumlah komoditas dari negara tersebut, termasuk energi, gandum, dan kedelai.
Lihat Juga :