AS dan Jepang Teken Kesepakatan Dagang Jumbo Rp8.886 Triliun, Tarif Trump Jadi 15%
Rabu, 23 Juli 2025 - 09:24 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan nilai jumbo dengan Jepang, sebagai salah satu mitra dagang terbesar negeri Paman Sam. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat atau AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan nilai jumbo dengan Jepang, sebagai salah satu mitra dagang terbesar negeri Paman Sam -julukan AS-. Kesepakatan ini sepertinya merupakan bagian dalam negosiasi tarif Trump .
Dimana Jepang akan menanamkan investasi mencapai USD550 miliar atau setara Rp8.886 triliun di AS, dan sebagai gantinya bakal membayar tarif resiprokal sebesar 15%. Hal itu disampaikan oleh Trump dalam sebuah postingan di media sosial.
Ia menambahkan, bahwa Jepang akan membuka ekonominya untuk barang-barang AS, termasuk mobil, truk, beras, dan produk pertanian tertentu. Sementara itu Jepang belum mengonfirmasi kesepakatan atau rincian yang diuraikan oleh Trump.
Baca Juga: Tarif AS 19% Rugikan Posisi Indonesia, Ini Alasannya
"Saya baru saja menandatangani kesepakatan perdagangan terbesar dalam sejarah, saya rasa mungkin kesepakatan terbesar dalam sejarah dengan Jepang," ujar Trump dalam suatu acara di Gedung Putih pada Selasa malam.
"Mereka membawa orang-orang terbaik mereka ke sini, dan kami bekerja keras untuk itu. Dan ini adalah kesepakatan yang hebat untuk semua orang. Saya selalu mengatakan bahwa (negosiasi) ini harus baik untuk semua pihak. Ini adalah kesepakatan yang hebat," tambahnya.
Trump juga mengatakan, bahwa kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa akan diumumkan pada hari Rabu, dan selanjutnya bakal ada lebih banyak lagi kesepakatan yang akan segera dirilis. Dalam sebuah surat yang dikirim ke Jepang bulan ini, Trump mengancam akan mengenakan tarif 25% pada ekspor negara tersebut ke AS jika tidak ada kesepakatan perdagangan baru yang disepakati sebelum 1 Agustus.
Ancaman terbaru Trump itu satu persentase lebih tinggi dari tarif 24% yang diumumkan pada 2 April yang diklaim sebagai Hari Pembebasan. Impor kendaraan Jepang ke AS, seperti banyak negara lainnya, sudah dikenakan tarif 25%.
Rencana tarif pada bulan April lalu, mencakup bea masuk pada banyak mitra dagang AS di seluruh dunia. Namun Trump kemudian memutuskan untuk ditangguhkan selama 90 hari setelah gejolak pasar global. Ini memberi waktu bagi perwakilan perdagangan Tokyo untuk bernegosiasi dengan Washington.
Baca Juga: Bahas Perang Tarif, Trump dan Xi Jinping Berpeluang Bertemu di Korsel
Kesepakatan ini muncul saat Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba berada di bawah tekanan untuk mengundurkan diri setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) kehilangan mayoritasnya di majelis tinggi negara itu dalam pemilihan akhir pekan lalu. LDP sudah kehilangan mayoritasnya di majelis rendah Jepang yang lebih kuat tahun lalu.
Dimana Jepang akan menanamkan investasi mencapai USD550 miliar atau setara Rp8.886 triliun di AS, dan sebagai gantinya bakal membayar tarif resiprokal sebesar 15%. Hal itu disampaikan oleh Trump dalam sebuah postingan di media sosial.
Ia menambahkan, bahwa Jepang akan membuka ekonominya untuk barang-barang AS, termasuk mobil, truk, beras, dan produk pertanian tertentu. Sementara itu Jepang belum mengonfirmasi kesepakatan atau rincian yang diuraikan oleh Trump.
Baca Juga: Tarif AS 19% Rugikan Posisi Indonesia, Ini Alasannya
"Saya baru saja menandatangani kesepakatan perdagangan terbesar dalam sejarah, saya rasa mungkin kesepakatan terbesar dalam sejarah dengan Jepang," ujar Trump dalam suatu acara di Gedung Putih pada Selasa malam.
"Mereka membawa orang-orang terbaik mereka ke sini, dan kami bekerja keras untuk itu. Dan ini adalah kesepakatan yang hebat untuk semua orang. Saya selalu mengatakan bahwa (negosiasi) ini harus baik untuk semua pihak. Ini adalah kesepakatan yang hebat," tambahnya.
Trump juga mengatakan, bahwa kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa akan diumumkan pada hari Rabu, dan selanjutnya bakal ada lebih banyak lagi kesepakatan yang akan segera dirilis. Dalam sebuah surat yang dikirim ke Jepang bulan ini, Trump mengancam akan mengenakan tarif 25% pada ekspor negara tersebut ke AS jika tidak ada kesepakatan perdagangan baru yang disepakati sebelum 1 Agustus.
Ancaman terbaru Trump itu satu persentase lebih tinggi dari tarif 24% yang diumumkan pada 2 April yang diklaim sebagai Hari Pembebasan. Impor kendaraan Jepang ke AS, seperti banyak negara lainnya, sudah dikenakan tarif 25%.
Rencana tarif pada bulan April lalu, mencakup bea masuk pada banyak mitra dagang AS di seluruh dunia. Namun Trump kemudian memutuskan untuk ditangguhkan selama 90 hari setelah gejolak pasar global. Ini memberi waktu bagi perwakilan perdagangan Tokyo untuk bernegosiasi dengan Washington.
Baca Juga: Bahas Perang Tarif, Trump dan Xi Jinping Berpeluang Bertemu di Korsel
Kesepakatan ini muncul saat Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba berada di bawah tekanan untuk mengundurkan diri setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) kehilangan mayoritasnya di majelis tinggi negara itu dalam pemilihan akhir pekan lalu. LDP sudah kehilangan mayoritasnya di majelis rendah Jepang yang lebih kuat tahun lalu.
(akr)
Lihat Juga :