Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?

Rabu, 23 Juli 2025 - 14:08 WIB
loading...
A A A
Lebih lanjut Ia menerangkan, manfaat yang diberikan kepada Paman Sam oleh dominasi dolar di pasar keuangan global sangat jelas, dan itu merupakan bagian dari alasan mengapa kebijakan dari Gedung Putih dapat begitu optimistis. Manfaat yang dirasakan termasuk memungkinkan AS untuk mengatasi fluktuasi nilai tukar dan mencapai biaya pinjaman yang lebih rendah.

Banyak bank sentral asing juga memegang aset yang didominasi dolar untuk menghadapi guncangan ekonomi dan menyeimbangkan nilai mata uang mereka sendiri. Sebagian besar disimpan dalam Surat Utang AS—utang yang disebutkan oleh Fink—dengan aset dolar menyusun sekitar 59% dari cadangan devisa di seluruh dunia.

Meski tidak sedikit yang meyakini Bitcoin bisa menggantikan dolar AS dengan memberikan keunggulan yang dimilikinya seperti desentralisasi, dimana Bitcoin tidak diatur oleh bank sentral atau pemerintah mana pun. Berarti tidak terpengaruh oleh intervensi pemerintah atau kebijakan moneter yang dapat menyebabkan inflasi atau devaluasi mata uang fiat.

Lalu untuk transparansi dan keamanan, semua transaksi Bitcoin tercatat di blockchain yang transparan dan aman, membuatnya sulit untuk dipalsukan. Biaya transaksi termasuk rendah dan cepat, Pengiriman Bitcoin seringkali lebih cepat dan murah dibandingkan transfer bank internasional tradisional, terutama untuk transaksi lintas batas.

Pasokan Terbatas: Bitcoin memiliki pasokan yang terbatas (maksimal 21 juta koin), yang oleh pendukungnya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dicetak tanpa batas. Lalu ada unsur aksesibilitas: Siapa pun dapat memiliki dan bertransaksi dengan Bitcoin di mana pun dan kapan pun, tanpa terikat jam operasional bank atau batas negara.

Kekurangan dan Tantangan Bitcoin

Meski begitu ada beberapa kekurangan pada bitcoin seperti volatilitas tinggi. Nilai Bitcoin sangat fluktuatif, bisa naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Ini menjadikannya kurang stabil sebagai penyimpan nilai dan alat tukar harian dibandingkan mata uang fiat.

Kurangnya Regulasi: Kurangnya regulasi global yang seragam menjadi kekhawatiran bagi pemerintah dan lembaga keuangan. Ini juga membuatnya rentan terhadap aktivitas ilegal seperti pencucian uang.

Belum Diterima Luas: Meskipun adopsi Bitcoin meningkat, penerimaannya sebagai alat pembayaran untuk barang dan jasa sehari-hari masih terbatas dibandingkan dengan Dolar AS. Skalabilitas: Jaringan Bitcoin memiliki batasan dalam jumlah transaksi yang dapat diproses per detik, yang dapat menjadi masalah jika adopsi massal terjadi.

Kekhawatiran Lingkungan: Proses "penambangan" Bitcoin membutuhkan energi yang sangat besar, menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap lingkungan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
IHSG Ditutup Menguat...
IHSG Ditutup Menguat Tipis, Rupiah Masih Bertengger di Atas Rp18.000
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Rekomendasi
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
Cetak Kades Berkualitas,...
Cetak Kades Berkualitas, Kemendagri Gelar Program Kepala Desa Masuk Kampus
Mbah Dimas Bongkar Kisah...
Mbah Dimas Bongkar Kisah Keluarga Kehilangan Anak, Diduga Berkaitan dengan Perjanjian Gaib
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved