Jasindo Perkuat Perlindungan Risiko Sektor Hulu Migas
Kamis, 24 Juli 2025 - 18:47 WIB
loading...
Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), mempertegas perannya dalam mendukung ketahanan sektor hulu minyak dan gas (migas) nasional melalui pendekatan Risk Management Partnership.
Upaya ini diwujudkan lewat pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Asuransi Aset Industri, Sumur, dan Aset LNG yang melibatkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Acara tersebut tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga wadah kolaboratif untuk membahas secara menyeluruh aspek proteksi risiko di industri migas. Dalam forum ini diulas secara mendalam mengenai ketentuan polis asuransi, edukasi alur klaim dari pelaporan hingga pembayaran, serta sesi berbagi pengalaman guna meningkatkan kapabilitas mitigasi risiko.
“Jasindo hadir bukan hanya sebagai penyedia jasa asuransi, tetapi juga mitra strategis yang mendampingi industri dalam memahami, menilai, hingga memitigasi risiko secara komprehensif. Inilah semangat Risk Management Partnership yang kami dorong,” ujar Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandi, dalam keterangannya, Kamis (24/7).
Baca Juga: Naik 37%, Jasindo Catatkan Pendapatan Premi Rp2,43 Triliun
Sebagai pemimpin konsorsium asuransi aset hulu migas nasional, Jasindo terus memperkuat kapabilitasnya dalam merancang skema perlindungan yang adaptif terhadap tantangan risiko operasional di sektor energi.
Pengalaman Jasindo dalam menangani risiko berskala besar, termasuk penyelesaian klaim besar (mega-risk), memperkuat reputasinya sebagai pemain utama dalam proteksi industri strategis nasional.
“Kolaborasi berkelanjutan dengan SKK Migas dan KKKS merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menjaga keberlangsungan operasional sektor migas nasional,” tegas Ocke.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Jasindo akan terus memperluas cakupan perlindungan dengan pendekatan yang lebih holistik dan berbasis pemahaman risiko yang kuat.
Baca Juga: Lifting Minyak Semester I-2025 Capai 578 Ribu BPH, Masih di Bawah Target APBN
Di tengah semakin strategisnya peran Indonesia dalam industri migas global, kebutuhan akan perlindungan risiko yang menyeluruh dan berkelanjutan dinilai sangat mendesak.
Jasindo berkomitmen untuk menjadi bagian integral dari upaya tersebut, dengan mendampingi industri dalam setiap langkah menuju ketahanan energi nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Upaya ini diwujudkan lewat pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Asuransi Aset Industri, Sumur, dan Aset LNG yang melibatkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Acara tersebut tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga wadah kolaboratif untuk membahas secara menyeluruh aspek proteksi risiko di industri migas. Dalam forum ini diulas secara mendalam mengenai ketentuan polis asuransi, edukasi alur klaim dari pelaporan hingga pembayaran, serta sesi berbagi pengalaman guna meningkatkan kapabilitas mitigasi risiko.
“Jasindo hadir bukan hanya sebagai penyedia jasa asuransi, tetapi juga mitra strategis yang mendampingi industri dalam memahami, menilai, hingga memitigasi risiko secara komprehensif. Inilah semangat Risk Management Partnership yang kami dorong,” ujar Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandi, dalam keterangannya, Kamis (24/7).
Baca Juga: Naik 37%, Jasindo Catatkan Pendapatan Premi Rp2,43 Triliun
Sebagai pemimpin konsorsium asuransi aset hulu migas nasional, Jasindo terus memperkuat kapabilitasnya dalam merancang skema perlindungan yang adaptif terhadap tantangan risiko operasional di sektor energi.
Pengalaman Jasindo dalam menangani risiko berskala besar, termasuk penyelesaian klaim besar (mega-risk), memperkuat reputasinya sebagai pemain utama dalam proteksi industri strategis nasional.
“Kolaborasi berkelanjutan dengan SKK Migas dan KKKS merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menjaga keberlangsungan operasional sektor migas nasional,” tegas Ocke.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Jasindo akan terus memperluas cakupan perlindungan dengan pendekatan yang lebih holistik dan berbasis pemahaman risiko yang kuat.
Baca Juga: Lifting Minyak Semester I-2025 Capai 578 Ribu BPH, Masih di Bawah Target APBN
Di tengah semakin strategisnya peran Indonesia dalam industri migas global, kebutuhan akan perlindungan risiko yang menyeluruh dan berkelanjutan dinilai sangat mendesak.
Jasindo berkomitmen untuk menjadi bagian integral dari upaya tersebut, dengan mendampingi industri dalam setiap langkah menuju ketahanan energi nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :