Langkah Strategis Vietnam Gabung BRICS, Perkuat Posisi Asia Tenggara di Panggung Global

Sabtu, 26 Juli 2025 - 07:22 WIB
loading...
Langkah Strategis Vietnam...
Kemitraan BRICS-Vietnam secara resmi diluncurkan pada Juni 2025, menandai momen krusial bagi dinamika perdagangan global dan upaya dedolarisasi. FOTO/IOL
A A A
JAKARTA - Kemitraan BRICS-Vietnam secara resmi diluncurkan pada Juni 2025, menandai momen krusial bagi dinamika perdagangan global dan upaya dedolarisasi. Vietnam kini bergabung dengan sembilan negara mitra lainnya, termasuk Malaysia, Indonesia, dan Thailand, yang semakin memperkuat kehadiran blok tersebut di kawasan Asia-Pasifik.

Langkah ini menegaskan strategi Hanoi untuk mendiversifikasi kemitraan internasional sambil tetap mempertahankan prinsip diplomasi multilateral. Status kemitraan ini membuka koridor perdagangan baru dan mendukung pengaturan mata uang alternatif, seiring dengan percepatan ekspansi BRICS pada tahun 2025 di negara-negara berkembang.

Vietnam membawa bobot ekonomi yang signifikan ke dalam kemitraan ini, didukung oleh populasi yang hampir mencapai 100 juta jiwa dan ekonomi berorientasi ekspor yang telah teroptimasi di sektor-sektor kritis. Kapasitas manufaktur Vietnam di bidang elektronik, tekstil, dan semikonduktor diharapkan dapat membentuk rantai pasok BRICS yang saling melengkapi. Lebih lanjut, negara ini juga mendukung tujuan dedolarisasi BRICS melalui berbagai inisiatif industri besar yang sedang berjalan.

Baca Juga: Aksi China Buang Dolar Terus Berlanjut, Sepanjang April Lepas Obligasi AS Rp133 Triliun

Dikutip dari Watcher Guru, Perdana Menteri Pham Minh Chinh menegaskan kembali dalam KTT Kazan bahwa Vietnam tetap berkomitmen pada kebijakan luar negeri yang independen, multilateral, dan konstruktif. Komitmen ini juga mencakup pemeliharaan hubungan yang kuat dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan ASEAN.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
KJRI Penang: Konektivitas...
KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
Rekomendasi
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Tarif PPN Negara-Negara...
Tarif PPN Negara-Negara di Asia Tenggara pada 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved