China Mulai Membangun Bendungan Terbesar di Dunia, India Ketakutan
Minggu, 27 Juli 2025 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, bendungan tersebut "akan menimbulkan ancaman eksistensial bagi suku-suku kami dan mata pencaharian kami. Ini cukup serius karena China bahkan dapat menggunakannya sebagai semacam 'bom air'".
"Misalkan bendungan itu dibangun dan tiba-tiba mereka melepaskan air, seluruh daerah Siang kami akan hancur," katanya.
"Secara khusus, suku Adi dan kelompok serupa... akan melihat semua harta benda, tanah, dan terutama kehidupan manusia, mengalami dampak menghancurkan."
Pada bulan Januari, seorang juru bicara kementerian urusan luar negeri India mengatakan, bahwa mereka telah menyampaikan kekhawatiran kepada China tentang dampak bendungan raksasa dan mendesak Beijing untuk "memastikan bahwa kepentingan negara-negara hilir" tidak terpengaruh. Mereka juga menekankan "perlunya transparansi dan konsultasi".
Sementara itu India berencana membangun bendungan pembangkit listrik tenaga air di sungai Siang, yang akan berfungsi sebagai penyangga terhadap pelepasan air dari bendungan China dan mencegah banjir di daerah mereka.
Kementerian luar negeri China sebelumnya telah merespon India, dengan mengatakan pada tahun 2020 bahwa China memiliki "hak yang sah" untuk membendung sungai dan telah mempertimbangkan dampaknya ke hilir. Selain itu Bangladesh juga mengungkapkan keprihatinan kepada China tentang proyek tersebut, ketika pejabat negara pada bulan Februari mengirim surat ke Beijing meminta informasi lebih lanjut tentang bendungan tersebut.
Diketahui Otoritas China sudah lama mengamati terkait potensi pembangkit listrik tenaga air dari lokasi bendungan di Wilayah Otonom Tibet. Lokasi ini berada di sebuah ngarai besar yang disebut sebagai yang terdalam dan terpanjang di dunia di daratan, sepanjang bagian di mana Yarlung Tsangpo - sungai terpanjang di Tibet - membuat belokan tajam sekitar gunung Namcha Barwa.
Dalam proses melakukan belokan ini - yang telah disebut sebagai 'Belokan Besar' - sungai tersebut turun ratusan meter elevasinya. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa pihak berwenang merencanakan untuk mengebor beberapa terowongan sepanjang 20 km melalui gunung Namcha Barwa, yang akan digunakan untuk mengalihkan sebagian sungai.
"Misalkan bendungan itu dibangun dan tiba-tiba mereka melepaskan air, seluruh daerah Siang kami akan hancur," katanya.
"Secara khusus, suku Adi dan kelompok serupa... akan melihat semua harta benda, tanah, dan terutama kehidupan manusia, mengalami dampak menghancurkan."
Pada bulan Januari, seorang juru bicara kementerian urusan luar negeri India mengatakan, bahwa mereka telah menyampaikan kekhawatiran kepada China tentang dampak bendungan raksasa dan mendesak Beijing untuk "memastikan bahwa kepentingan negara-negara hilir" tidak terpengaruh. Mereka juga menekankan "perlunya transparansi dan konsultasi".
Sementara itu India berencana membangun bendungan pembangkit listrik tenaga air di sungai Siang, yang akan berfungsi sebagai penyangga terhadap pelepasan air dari bendungan China dan mencegah banjir di daerah mereka.
Kementerian luar negeri China sebelumnya telah merespon India, dengan mengatakan pada tahun 2020 bahwa China memiliki "hak yang sah" untuk membendung sungai dan telah mempertimbangkan dampaknya ke hilir. Selain itu Bangladesh juga mengungkapkan keprihatinan kepada China tentang proyek tersebut, ketika pejabat negara pada bulan Februari mengirim surat ke Beijing meminta informasi lebih lanjut tentang bendungan tersebut.
Diketahui Otoritas China sudah lama mengamati terkait potensi pembangkit listrik tenaga air dari lokasi bendungan di Wilayah Otonom Tibet. Lokasi ini berada di sebuah ngarai besar yang disebut sebagai yang terdalam dan terpanjang di dunia di daratan, sepanjang bagian di mana Yarlung Tsangpo - sungai terpanjang di Tibet - membuat belokan tajam sekitar gunung Namcha Barwa.
Dalam proses melakukan belokan ini - yang telah disebut sebagai 'Belokan Besar' - sungai tersebut turun ratusan meter elevasinya. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa pihak berwenang merencanakan untuk mengebor beberapa terowongan sepanjang 20 km melalui gunung Namcha Barwa, yang akan digunakan untuk mengalihkan sebagian sungai.
Lihat Juga :