Aksi Bersih-bersih Sungai, BRI Berhasil Angkat 3.262 Kg Sampah
Senin, 28 Juli 2025 - 13:06 WIB
loading...
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program BRI Peduli: Jaga Sungai, Jaga Kehidupan menunjukkan komitmen kuatnya dalam pelestarian lingkungan. FOTO/BRI
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program "BRI Peduli: Jaga Sungai, Jaga Kehidupan" menunjukkan komitmen kuatnya dalam pelestarian lingkungan dan ekosistem sungai. Bertepatan dengan peringatan Hari Sungai Nasional pada 27 Juli 2025, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pembersihan, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang menghasilkan dampak lingkungan signifikan, termasuk reduksi emisi karbon.
Salah satu aktivasi terbaru program ini dilaksanakan di Sungai Last Point, anak Sungai Tukad Badung, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Bali. Area ini strategis karena berada di kawasan konservasi Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali. Kegiatan bersih-bersih sepanjang 70 meter ini melibatkan partisipasi aktif 242 warga dan 200 "warior" atau relawan.
Baca Juga: Peringati Hari Sungai Nasional, BRI Jaga Ekosistem Lewat Bersih-bersih Sungai
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa program ini mengusung dua kegiatan utama: pembersihan sungai dan edukasi pengelolaan sampah. Dalam kegiatan pembersihan, masyarakat bergotong royong membersihkan Tukad Badung sebagai upaya nyata pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas ekosistem perairan.
Aktivitas ini tidak sekadar mengurangi timbunan sampah di aliran sungai, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam. Edukasi menjadi kunci, di mana sampah yang terkumpul dipilah menjadi organik dan anorganik.
Masyarakat dibekali pengetahuan tentang pemanfaatan sampah organik untuk pupuk kompos, pakan ternak, urban farming, bahkan potensi diolah menjadi biogas. Sementara itu, sampah anorganik dicacah menggunakan alat khusus dan dijual ke pengepul, menciptakan nilai ekonomi dari limbah.
"Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sungai," ungkap Hendy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/7).
Ia menambahkan, peran aktif masyarakat dalam pembersihan sungai dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga lingkungan. Hasil nyata dari kegiatan BRI Peduli di Tukad Badung sangat menggembirakan. Sebanyak 3.262 kg sampah anorganik berhasil dikumpulkan, dan tingkat kejernihan air sungai terjaga sebesar 69 persen. Lebih lanjut, aktivasi ini mampu menghasilkan potensi reduksi emisi karbon sebanyak 9,79 Ton CO2, menunjukkan dampak positif terhadap iklim.
Baca Juga: BRI Perkuat Komitmen Tingkatkan Akses Hunian Terjangkau dalam Program 3 Juta Rumah
Hendy menambahkan, program "BRI Peduli: Jaga Sungai, Jaga Kehidupan" telah berjalan sejak tahun 2020 dan berhasil merevitalisasi lebih dari 100 sungai di berbagai daerah di Indonesia. Pembersihan sungai juga dilakukan secara rutin melalui pemberdayaan masyarakat berbasis padat karya.
Pada tahun 2025, BRI memperkuat inisiatif ini dengan menggandeng Yayasan Sungai Watch Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi melindungi sungai dari pencemaran, terutama sampah plastik. Melalui kemitraan ini, BRI Peduli dan Sungai Watch telah berhasil mengumpulkan reduksi sampah anorganik sebanyak 35,20 Ton.
Mengusung semangat "Pro Planet dan Pro People", BRI tidak hanya melakukan normalisasi, pembersihan, atau pengerukan sungai. Lebih dari itu, BRI juga membangun sarana dan prasarana pendukung seperti taman, ruang terbuka hijau, dan area ramah anak di sekitar sungai. Program ini juga mengedukasi masyarakat mengenai pemeliharaan aliran sungai yang sehat yang bermanfaat bagi kehidupan, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas sekitar sungai.
Salah satu aktivasi terbaru program ini dilaksanakan di Sungai Last Point, anak Sungai Tukad Badung, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Bali. Area ini strategis karena berada di kawasan konservasi Mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Bali. Kegiatan bersih-bersih sepanjang 70 meter ini melibatkan partisipasi aktif 242 warga dan 200 "warior" atau relawan.
Baca Juga: Peringati Hari Sungai Nasional, BRI Jaga Ekosistem Lewat Bersih-bersih Sungai
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa program ini mengusung dua kegiatan utama: pembersihan sungai dan edukasi pengelolaan sampah. Dalam kegiatan pembersihan, masyarakat bergotong royong membersihkan Tukad Badung sebagai upaya nyata pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas ekosistem perairan.
Aktivitas ini tidak sekadar mengurangi timbunan sampah di aliran sungai, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam. Edukasi menjadi kunci, di mana sampah yang terkumpul dipilah menjadi organik dan anorganik.
Masyarakat dibekali pengetahuan tentang pemanfaatan sampah organik untuk pupuk kompos, pakan ternak, urban farming, bahkan potensi diolah menjadi biogas. Sementara itu, sampah anorganik dicacah menggunakan alat khusus dan dijual ke pengepul, menciptakan nilai ekonomi dari limbah.
"Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sungai," ungkap Hendy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/7).
Ia menambahkan, peran aktif masyarakat dalam pembersihan sungai dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga lingkungan. Hasil nyata dari kegiatan BRI Peduli di Tukad Badung sangat menggembirakan. Sebanyak 3.262 kg sampah anorganik berhasil dikumpulkan, dan tingkat kejernihan air sungai terjaga sebesar 69 persen. Lebih lanjut, aktivasi ini mampu menghasilkan potensi reduksi emisi karbon sebanyak 9,79 Ton CO2, menunjukkan dampak positif terhadap iklim.
Baca Juga: BRI Perkuat Komitmen Tingkatkan Akses Hunian Terjangkau dalam Program 3 Juta Rumah
Hendy menambahkan, program "BRI Peduli: Jaga Sungai, Jaga Kehidupan" telah berjalan sejak tahun 2020 dan berhasil merevitalisasi lebih dari 100 sungai di berbagai daerah di Indonesia. Pembersihan sungai juga dilakukan secara rutin melalui pemberdayaan masyarakat berbasis padat karya.
Pada tahun 2025, BRI memperkuat inisiatif ini dengan menggandeng Yayasan Sungai Watch Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi melindungi sungai dari pencemaran, terutama sampah plastik. Melalui kemitraan ini, BRI Peduli dan Sungai Watch telah berhasil mengumpulkan reduksi sampah anorganik sebanyak 35,20 Ton.
Mengusung semangat "Pro Planet dan Pro People", BRI tidak hanya melakukan normalisasi, pembersihan, atau pengerukan sungai. Lebih dari itu, BRI juga membangun sarana dan prasarana pendukung seperti taman, ruang terbuka hijau, dan area ramah anak di sekitar sungai. Program ini juga mengedukasi masyarakat mengenai pemeliharaan aliran sungai yang sehat yang bermanfaat bagi kehidupan, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi komunitas sekitar sungai.
(nng)
Lihat Juga :