Daftar Kode Maskapai Penerbangan di Indonesia dan Misteri Dibaliknya

Selasa, 29 Juli 2025 - 09:26 WIB
loading...
Daftar Kode Maskapai...
Kode maskapai penerbangan merupakan identitas resmi yang menghubungkan penumpang dengan sistem global. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Dua huruf yang kerap muncul di tiket pesawat sesungguhnya memuat informasi vital tentang dunia penerbangan. Kode maskapai penerbangan merupakan identitas resmi yang menghubungkan penumpang dengan sistem global penerbangan internasional.

Kode maskapai ditetapkan oleh International Air Transport Association (IATA) dan terdiri atas dua karakter yang unik untuk setiap maskapai. Kode ini digunakan dalam proses reservasi tiket, check-in, pengelolaan jadwal, hingga komunikasi antarmaskapai dan otoritas penerbangan.

Baca Juga: Aliansi Makin Erat, Rusia Buka Rute Penerbangan Moskow ke Pyongyang

Fungsi utama dari kode maskapai adalah memastikan keakuratan data penumpang dan menghindari kesalahan administratif seperti duplikasi identitas atau tumpang tindih rute penerbangan. Dengan sistem yang telah terstandarisasi secara global, proses pemesanan dan operasional maskapai menjadi lebih efisien.

Di Indonesia, sejumlah kode maskapai sudah sangat dikenal publik. Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional menggunakan kode GA, sedangkan JT mewakili Lion Air yang menjadi salah satu maskapai swasta terbesar. AirAsia Indonesia menggunakan kode QZ, sementara QG adalah kode Citilink, anak usaha Garuda Indonesia.

Maskapai lain yang juga memiliki kode unik, antara lain Sriwijaya Air (SJ), Batik Air (ID), Wings Air (IW), dan Susi Air (SI) yang dikenal luas karena melayani rute perintis ke daerah-daerah terpencil. Semua kode ini bersifat eksklusif dan hanya berlaku untuk maskapai yang bersangkutan.

Menariknya, beberapa kode maskapai menyimpan kisah unik di balik penamaannya. Misalnya, SI pada Susi Air merujuk langsung pada nama pendirinya, Susi Pudjiastuti. Adapun kode 8B milik TransNusa menjadi perhatian karena menggunakan kombinasi angka dan huruf, berbeda dari format umum.

Baca Juga: Apakah Pilot Air India Sengaja Menjatuhkan Pesawat?

Meski bersifat tetap, kode maskapai dapat dilepas dan didaur ulang bila sebuah maskapai berhenti beroperasi. IATA mengatur masa tunggu tertentu sebelum kode tersebut dapat dialokasikan kembali. Kode MZ milik Merpati Nusantara dan RI milik Mandala Air termasuk yang kini tidak aktif.

Berikut beberapa contoh kode maskapai nasional Indonesia yang masih digunakan maupun telah berhenti beroperasi:

1. Garuda Indonesia: GA

2. Lion Air: JT

3. AirAsia Indonesia: QZ

4. Citilink: QG

5. Sriwijaya Air: SJ

6. Batik Air: ID

7. Wings Air: IW

8. Susi Air: SI

9. TransNusa: 8B

10. Aviastar Mandiri: MV

11. Trigana Air: TN

12. Airfast Indonesia: FS

Kode-kode tersebut tak hanya tercantum dalam tiket, tetapi juga digunakan dalam penjadwalan penerbangan, sistem informasi bandara, bahkan komunikasi resmi antarnegara. Umumnya, kode maskapai digabungkan dengan nomor penerbangan, seperti GA 168 atau JT 610.

Di balik tampilannya yang sederhana, kode maskapai adalah fondasi sistem transportasi udara modern. Ia mencerminkan identitas, sejarah, dan profesionalisme sebuah maskapai dalam menjalankan layanan di tengah lalu lintas udara yang semakin kompleks dan terintegrasi secara global.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Alvin Lie Sebut Pesawat...
Alvin Lie Sebut Pesawat Tua Bukan Berarti Tidak Aman, Ini Penjelasannya
Beban Biaya Perawatan...
Beban Biaya Perawatan Tinggi, Jumlah Pesawat Beroperasi di RI Kian Menyusut
Pelita Air Hadirkan...
Pelita Air Hadirkan Pengalaman Belanja Produk UMKM di Dalam Pesawat
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Rekomendasi
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved