Mengenang Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Agar Indonesia Tak Tergantung IMF dan Terjebak Utang Asing
Selasa, 29 Juli 2025 - 11:59 WIB
loading...
A
A
A
Pada masa tersebut, Kwik Kian Gie juga menjadi bagian dari Kelompok Ekonomi 30. Kelompok ini, yang beranggotakan para ekonom seperti Sjahrir, Rizal Ramli, Dorodjatun, Hendra Esmara, Nuriman Hasibuan, Rijanto, dan Didik Rachbini sendiri, aktif menyumbangkan pemikiran dan kritik di media massa. Banyak di antara mereka kini telah berpulang.
Sebelum reformasi, banyak ekonom telah memberikan saran kebijakan yang berdasarkan bukti akademik dan teoritis. Namun, dominasi ekonomi Orde Baru di bawah kelompok yang dijuluki "Mafia Berkeley" membuat saran-saran tersebut relatif tidak mempan. Kebijakan ekonomi Orde Baru ini, yang sempat dipuji-puji, akhirnya ambruk pada 1997.
Kwik Kian Gie adalah salah satu ekonom dan tokoh publik Indonesia yang memiliki perjalanan karier dan pemikiran tajam, independen, serta kritis, baik pada masa Orde Baru maupun berlanjut pada masa Reformasi. Ia dikenal sebagai figur intelektual yang berani menyuarakan kebenaran, bahkan jika harus berseberangan dengan kekuasaan.
Pada masa reformasi, ia sempat menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas periode 1999-2000 dalam Kabinet Persatuan Nasional di bawah Presiden Abdurrahman Wahid, dan kemudian Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri 2001 pada era Presiden Megawati Soekarnoputri.
"Warisan pemikiran Kwik Kian Gie yang tetap relevan hingga saat ini adalah tentang pentingnya kedaulatan ekonomi. Ia selalu menyuarakan agar Indonesia tidak tergantung pada IMF dan utang luar negeri demi menghindari subordinasi politik oleh kekuatan asing," kata Didik dalam pernyataan tertulis, Selasa (29/7).
Sebelum reformasi, banyak ekonom telah memberikan saran kebijakan yang berdasarkan bukti akademik dan teoritis. Namun, dominasi ekonomi Orde Baru di bawah kelompok yang dijuluki "Mafia Berkeley" membuat saran-saran tersebut relatif tidak mempan. Kebijakan ekonomi Orde Baru ini, yang sempat dipuji-puji, akhirnya ambruk pada 1997.
Kwik Kian Gie adalah salah satu ekonom dan tokoh publik Indonesia yang memiliki perjalanan karier dan pemikiran tajam, independen, serta kritis, baik pada masa Orde Baru maupun berlanjut pada masa Reformasi. Ia dikenal sebagai figur intelektual yang berani menyuarakan kebenaran, bahkan jika harus berseberangan dengan kekuasaan.
Pada masa reformasi, ia sempat menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas periode 1999-2000 dalam Kabinet Persatuan Nasional di bawah Presiden Abdurrahman Wahid, dan kemudian Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri 2001 pada era Presiden Megawati Soekarnoputri.
"Warisan pemikiran Kwik Kian Gie yang tetap relevan hingga saat ini adalah tentang pentingnya kedaulatan ekonomi. Ia selalu menyuarakan agar Indonesia tidak tergantung pada IMF dan utang luar negeri demi menghindari subordinasi politik oleh kekuatan asing," kata Didik dalam pernyataan tertulis, Selasa (29/7).
Lihat Juga :